Wijiati Petugas Regsosek: Kendala Yang Dihadapi Menuntut Kita Untuk Bisa Mensiasatinya

  • Share

Kendal, medgo.id – Kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, sejak tanggal 15 Oktober 2022 dan akan berakhir pada 14 November 2022 mendatang.

Salah seorang petugas Regsosek, Wijiati Lestari, yang melakukan pendataan di RT 1, 2 dan 3 RW 7 Perumda Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon, saat melakukan pendataan terhadap keluarga Adang Purnomo warga RT 3 RW 7, Senin (7/11/2022) pukul 16.30 WIB, sebelum melakukan pendataan menyampaikan bahwa Regsosek yang dilakukan adalah bertujuan untuk mengetahui secara detail tentang beberapa hal seperti kondisi rumah, sanitasi, kepesertaan BPJS, pendidikan, pekerjaan, kegiatan usaha mandiri, dan lain-lain.

\

Lebih jauh, Wijiati mengatakan bahwa sebelum melakukan regestrasi, dirinya sudah mendapatkan data awal dari desa, selanjutnya dengan berbekal data tersebut dirinya lalu mendatangi warga dari pintu ke pintu atau secara door to door.

Wijiati, Petugas Regsosek 2022 Kabupaten Kendal, saat melakukan pendataan di RT 3 RW 7 Perumda, Purwokerto Patebon Kendal, Senin (7/11/2022). (Dok. foto: adp).

“Menjadi petugas Regsosek ternyata bukan sebuah hal yang mudah, apalagi ada ratusan warga yang harus didata. Saat melaksanakan Regsosek tersebut ada beberapa kendala yang harus saya hadapi seperti adanya penolakan dari warga dengan berbagai alasan. Selain itu, juga adanya kesalahan persepsi dari warga dimana mereka beranggapan bahwa regestrasi yang dilakukan tersebut berkaitan dengan program bantuan sosial”, papar Wijiati.

Tantangan berikutnya, lanjut Wijiati, yang juga tidak kalah serunya adalah menyesuaikan waktu dengan warga yang akan didata. Jika pada siang hari satu anggota keluarga itu semuanya bekerja maka kita harus mendatanginya pada saat mereka sudah pulang kerja, bisa sore hari atau bahkan malam hari.

“Tantangan selanjutnya adalah kondisi cuaca saat ini, terutama turunnya hujan yang tidak bisa diprediksi, itu juga menjadi tantangan tersendiri yang harus kita hadapi. Jika turun hujan sepanjang hari seperti yang terjadi pada hari Minggu 6 November kemarin, menuntut saya harus benar-benar bisa mensiasatinya”, tandas Wijiati.

Terkait dengan honor yang diterimanya, Wijiati, gadis berparas cantik lulusan DIII Akutansi tersebut, mengatakan bahwa angkanya cukup besar. Dan ketika ditanya berapa jumlahnya, sambil tersenyum, Wijiati hanya mengatakan bahwa untuk kerja satu bulan, honor yang diterimanya itu lebih dari cukup.

“Ini kali pertama saya menerima honor sebesar itu”, pungkas Wijiati. (*17).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *