Waspadai Kerupuk Dengan Warna Warni Ngejreng

  • Share

Batang, medgo.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat Kabupaten Batang agar mewaspadai produk makanan kerupuk yang menggunakan bahan pewarna tekstil dan kertas jenis Rhodamin B.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM Semarang, Sandra Maria Philomena Linthin, usai audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, tentang langkah mewaspadai beredarnya kerupuk yang mengandung bahan kimia berbahaya, Rabu (22/6/2022), di Ruang Abirawa Bupati, Kabupaten Batang.

\

Diketahui, Pemerintah RI melalui Peraturan Menteri Kesehatan No.239/Menkes/Per/V/85, telah menetapkan bahwa Rhodamin B sebagai zat yang dilarang penggunaannya pada makanan.
Nama lain dari Rhodamin B adalah D and C, Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine, dan Brilliant Pink.

Di Eropa penggunaan Rhodamin B sudah dilarang sejak tahun 1984 karena termasuk bahan karsinogen atau penyebab penyakit kanker yang kuat. Hal tersebut berdasarkan uji toksisitas Rhodamin B yang dilakukan terhadap mencit dan tikus dan terbukti adanya efek karsinogenik.

“Adanya kerupuk yang mengandung pewarna tekstil dan masih bebas dijual di pasar-pasar tradisional memang cukup meresahkan. Langkah ke depan dari BPOM sendiri yakni akan bekerjasama dengan Pemkab Batang untuk melakukan sosialisasi dan penyisiran terhadap makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya”, terang Sandra.

Lebih lanjut Sandra mengatakan bahwa kerupuk dengan bahan pewarna berbahaya masih banyak dan mudah ditemukan dalam keseharian. Karena dibuat oleh industri kecil maka sangat sulit dimonitor dan dikontrol, serta ijual secara kiloan atau curah sehingga banyak yang tidak memiliki izin.

Menurut Sandra, kerupuk dengan ciri-ciri warna ngejreng menunjukkan bahwa kerupuk tersebut mengandung bahan pewarna berbahaya Rhodamin B yang bersifat karsinogen atau penyebab penyakit kanker, sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran dalam makanan apapun termasuk kerupuk.

“Celakanya, justru kerupuk warna-warni seperti ini yang banyak digemari karena renyah dan rasanya gurih”, tandas Sandra.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menyampaikan bahwa dengan kehadiran BPOM Semarang di Kabupaten Batang adalah bekerjasama menangani penyebaran makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya.

 

Lani mengatakan bahwa upaya awal yang akan dilakukan oleh Pemkab Batang bersama BPOM Semarang yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada para pedagang atau pengusaha kecil agar tidak menggunakan bahan kimia berbahya pada makanan yang mereka jual.

“Jika masih banyak ditemukan makanan atau minuman berbahan kimia berbahaya, baru akan kita tindak secara tegas karena hal ini bisa membahayakan kesehatan yang mengkonsumsinya”, tandas Lani. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *