Tokoh Aremania Korwil Curvasut Sebut Peristiwa Kanjuruhan Sebagai Pembunuhan

  • Share

Malang, medgo.id – Bertempat di Gedung Senat Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022), Perwakilan dari korban tragedi Stadion Kanjuruhan dan Korwil Aremania melakukan dialog dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr Muhadjir Effendy M.A.P.

Dilansir dari medgo.id Jatim, Selasa (4/10/2022), dialog tersebut dilakukan setelah adanya tragedi berdarah dan sangat memilukan dalam sejarah persepakbolaan di tanah air, dimana ada ratusan penonton dari kelompok Aremania yang meninggal dunia terkena imbas dari tembakan gas air mata yang dilakukan oleh petugas pengamanan pertandingan ke tribun penonton usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan kabupaten Malang, Senin (1/10/2022) malam.

\

Dalam dialog tersebut, para korban dan perwakilan korwil Aremania menyampaikan tuntutannya kepada aparat penegak hukum dan memberikan deadline selama 7 hari, untuk menangkap tersangka serta meminta pertanggungjawaban kepada para pihak yang terkait.

“Apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tersebut, menurut saya bukanlah sebuah tragedi tapi lebih tepatnya disebut sebagai pembunuhan”, ungkap Ade Herawanto atau yang akrab disapa Ade D’cross, Salah seorang tokoh Aremania Korwil Curvasut.

Ade menyatakan bahwa permintaan dari Aremania itu sederhana saja. Yang pertama, permintaan maaf dari perangkat pertandingan terutama dari pihak keamanan, karena sampai dengan detik ini belum ada permintaan maaf dari Aparat kepolisian atas peristiwa tersebut.

Kemudian yang kedua, imbuh Ade, Aremania menuntut keadilan yang seadil-adilnya atas pembunuhan saudara-saudara kami yang dilakukan oleh aparat keamanan saat pertandingan Arema vs Persebaya kemarin itu.

“Kami memang telah membuat kesepakatan untuk menahan diri untuk tidak mendatangi kantor kepolisian hingga tujuh hari ke depan, karena saat ini Aremania sedang berduka. Kami juga sepakat untuk mengadakan selamatan 7 harian di Korwil masing-masing, jadi saat ini masih belum ada inisiatif untuk mendatangi pihak panitia penyelenggara dan kepolisian”, tegas Ade.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Aremania korwil muharto, Sam Udin, yang menyampaikan bahwa pihaknya dan Aremania memberi ultimatum dalam 7 hari agar ada penetapan sebagai tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

“Apabila tidak ada satu orangpun yang ditetapkan sebagai tersangka maka akan ada reaksi keras dari Aremania. Kami beserta seluruh Aremania akan turun kejalan dengan damai secara besar-besaran bahkan mungkin jauh lebih besar daripada yang hadir di Stadion Kanjuruhan untuk menuntut keadilan”, tegas Sam Udin.

Sam Udin menambahkan bahwa ada 40 orang pengacara dari berbagai LBH digandeng oleh Aremania dan akan mendata jumlah korban meninggal yang sebenarnya karena data yang dirilis oleh pemerintah masih simpang-siur.

“Jika malam ini datanya sudah terverifikasi, maka besok kami akan menggugat dan membuat somasi terbuka serta mengumpulkan fakta. Sebelumnya kami juga telah menyampaikan kepada Kompolnas bahwa peristiwa di stadion Kanjuruhan adalah pembunuhan. Untuk itu kami meminta kepada Kompolnas, agar diberi akses informasi untuk dapat mengungkapkan kebenaran”, papar Sam Udin.

Silakan, lanjut Sam Udin, membuat posko sebanyak-banyaknya. Kita ini bukan teroris, juga bukan demonstran yang menentang pemerintah, kami hanya penonton tapi kenapa kami harus dibunuh?

Menanggapi hal tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, berjanji bahwa seluruh masukan dan temuan Aremania akan dilaporkan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

“Presiden meminta segera dilaksanakan investigasi atas peristiwa tersebut siapa yang bertanggung jawab, baik itu investigasi penyelenggaraan dan Investigasi pengamanan apakah SOP yang dilakukan sudah standard dan lain-lain. Saya tidak berjanji banyak. Tapi percayalah kepada saya, karena saya juga Arema. Ini bagian dari tugas saya untuk mendengarkan masukan dan keluhan Aremania”, tutur Muhajir

“Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD, untuk memimpin investigasi mendalam, dan presiden meminta agar peristiwa di Stadion Kanjuruhan diusut tuntas karena sudah menjadi perhatian dunia. Percayalah, kami akan menangani dan mengurus hal ini”, pungkas Muhadjir. (*17).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *