THR Belum Dibayarkan, Buruh Pabrik PT SSG Gelar Unjuk Rasa

  • Share

SUKOHARJO, MEDGO.ID – PT Sanggit Santosa Garmindo (SSG), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang usaha garmen, yang berlokasi di Desa Menuran Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, didemo oleh puluhan buruhnya yang menuntut manajemen perusahaan agar segera membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Puluhan buruh tersebut bergerak mendatangi pabrik sekitar pukul 08.00 WIB.
Para buruh yang berunjuk rasa tersebut, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat TNI dan Polri, yang telah bersiaga di lokasi pabrik sejak pagi hari.

\

Salah seorang buruh, Yayuk, mengatakan bahwa para karyawan pada tahun 2020 yang lalu, tidak menerima THR.

Buruh PT Sanggit Santosa Garmindo yang tengah berunjuk rasa. (Dok. foto:RRI).

“Waktu itu, manajemen perusahaan berdalih karena kondisi finansial kurang sehat lantaran minimnya order atau permintaan dari buyer selama pandemi. Manajemen perusahaan menjanjikan akan membayarkan THR sebesar 30 persen pada Desember 2020, tapi sampai sekarang kami belum menerima THR 2020. Padahal, pekan depan sudah Lebaran 2021. Jika tidak dibayarkan kami dua kali Lebaran tak menerima THR”, kata Yayuk, Selasa (04/05/2021). Dikutip dari RRI.co.id.

Menurut Yayuk, para buruh sebenarnya tidak mempermasalahkan jika pembayaran THR dicicil oleh manajemen perusahaan.

“Jumlah karyawan PT SSG ada sekitar 150 orang. Saya berharap THR bisa dibayarkan pada pekan ini. THR merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan yang sudah diatur oleh perundang-undangan”, tandas Yayuk.

Sementara itu, pemilik PT SSG, Luis Susanto, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan perusahaan saat ini tidak menentu akibat sepinya order selama masa pandemi. Perusahaan tetap berkomitmen membayarkan THR kepada karyawan dengan dicicil dua kali.

“Nominal THR karyawan adalah sesuai Upah Mininum Kabupaten (UMK) Sukoharjo yakni Rp1.980.000. Perusahaan bakal membayarkan THR sebesar Rp. 980 ribu, maksimal pada akhir pekan ini dan sisanya sebesar Rp. 1 juta, akan dibayarkan pada pekan depan”, kata Luis.

Luis menambahkan dimana sekarang ini kondisinya serba sulit. Sebenarnya, kami minta diberi kelonggaran dicicil empat kali. Namun, para karyawan ngotot meminta dicicil dua kali. Kami akan usahakan.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disperinaker Pemkab Sukoharjo, Suharno, saat dihubungi, mengatakan bahwa pembayaran THR bagi pekerja diatur dalam surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan.

“Perusahaan diwajibkan memenuhi salah satu hak pekerja yakni membayarkan THR sebelum Lebaran”, tegas Suharno.(*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *