Tegakkan Hukum Peredaran Satwa Liar dan Pelestarian Alam Kapolda dan Wakapolda Jateng Terima Penghargaan

  • Share

SEMARANG, MEDGO.ID – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, memberikan penghargaan kepada Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, dan Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji, Kamis (6/1/2022), di ruang kerja Kapolda.

Penghargaan prestisius itu diserahkan langsung oleh Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc.

Pada kesempatan itu, Dirjen KSDAE, mengatakan bahwa Polda Jateng dinilai berhasil membangun sinergi dalam melestarikan lingkungan termasuk memberantas perdagangan satwa liar secara ilegal.

“Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan dan kerjasama yang baik dalam penegakan hukum peredaran satwa liar dan bagian-bagiannya yang dilindungi oleh undang-undang di Propinsi Jawa Tengah selama tahun 2021. Kementerian Lingkungan Hidup mengapresiasi tiap individu atau organisasi yang mempunyai komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan hidup”, kata Wiratno.

Penghargaan ini, lanjut Wiratno, merupakan yang ke 1.822. Dimana sebelumnya, penghargaan serupa juga telah diberikan kepada berbagai kalangan yang berkontribusi positif dalam upaya perlindungan dan menjaga kelestarian hidup satwa liar serta lingkungan hidup dan ekosistem alam di Indonesia.

“Kami berikan penghargaan kepada siapapun tokoh masyarakat, pemerintah, alim ulama yang mendukung dan berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan satwa liar,” tambahnya.

Atas penghargaan yang diterimanya, Kapolda dan Wakapolda Jateng, menyampaikan ucapan terimakasih dan pihaknya akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam upaya menjaga kelestarian satwa liar dan lingkungan hidup di Propinsi Jawa Tengah.

“Kami akan terus meningkatkan kerjasama dengan BKSDA Jawa Tengah dalam upaya melestarikan kelangsungan hidup satwa liar dan menjaga kelestarian lingkungan”, ujar Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Selama kurun waktu tahun 2021, imbuhnya, Polda Jateng telah berhasil mengungkap 3 tindak pidana peredaran satwa liar. Ketiga kasus tersebut ditangani oleh Ditreskrimsus. Selama ini, Polda Jateng berupaya turut andil melestarikan lingkungan dan menegakkan aturan secara tegas guna mendukung komitmen pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup.

“Agar tidak lagi terjadi perdagangan satwa liar yang dilindungi secara bebas, maka pada bulan Oktober 2021 Polda Jateng bekerjasama dengan BKSDA Jawa Tengah membentu Posko Perlindungan Satwa Liar”, tandas Ahmad Luthfi.

 

Sementara itu, Wakapolda Jateng menyampaikan bahwa Polda Jateng membuka layanan online lewat website Ditreskrimsus. Hal ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan gangguan Kamtibmas termasuk pelanggaran terhadap undang-undang lingkungan hidup.

“Masyarakat yang memiliki informasi terkait adanya dugaan kepemilikan dan/atau peredaran satwa liar yang dilindungi bisa melapor dan menghubungi lewat sarana call center”, pungkas Abioso. (*).
Pewarta: Adang.

  • Share
Exit mobile version