Si Emas Hijau Dari Temanggung Berkwalitas Terbaik Dunia, Sejumlah Pengusaha Hutan Studi Lapang

  • Share

Temanggung, medgo.id – Produk Vanili atau “Di Emas Hijau” dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dikenal dan diakui memiliki kwalitas terbaik di dunia.

Dengan alasan tersebut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengajak sejumlah pengusaha hutan, untuk belajar budidaya vanili di Kabupaten Temanggung.

\

Project Manager Regenerative Forest Business, Sub Hub Kadin, Rukmantara, yang juga Wakil Ketua Komite Tetap Pengendalian Kerusakan Gambut dan Lahan Terbuka Kadin, mengatakan bahwa para pengusaha hutan ini melakukan studi lapang untuk tanaman hutan nonkayu. Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui metode dari para petani dalam menanam dan merawat tanaman Vanili.

“Kami masih mempelajarinya karena belum tahu banyak tentang Vanili. Mungkin juga ada komoditas lain yang dikembangkan di hutan, kami masih mencari informasi sebanyak-banyaknya”, kata Rukamantara, Rabu (6/7/2022).

Lebih lanjut Rukmantara menyampaikan bahwa ada sekitar 30 orang dari 10 perusahaan hutan di Indonesia yang melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan eksportir Vanili yang juga pembudaya tanaman Vanili yaitu PT. Java Agro Spices (JAS) yang berada di Kecamatan Parakan. Sebelumnya para pengusaha hutan juga telah melakukan studi lapang ke Yogyakarta terkait dengan budidaya kayu putih.


Kegiatan tersebut, imbuh Rukmantara, adalah sebagai tindak lanjut dari kebijakan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja yang kemudian diterbitkan PP nomor 23/2021 mengenai Pengelolaan Hutan.

“Dalam peraturan tersebut mengamanatkan bahwa hutan sekarang dikelola dengan model usaha, kalau dulu hutan itu oleh para pengusaha hutan dikelola berbasis kayu sekarang model usaha. Hutan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan multiusaha, bukan hanya vanili”, jelas Rukmantara.

 

Sementara itu, Ketua Komite Humas dan Kerja Sama APHI, Sugianto, mengatakan bahwa dalam kegiatan studi lapang tersebut para pengusaha hutan belajar lapang tentang praktik hasil hutan selain kayu, dari hulu hingga hilir.

“Vanili ini menjadi salah satu opsi yang nantinya akan bisa menambah penghasilan dari pengelolaan hutan. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang tadinya pengelolaan hutan itu izinnya hanya mengambil hasil hutan berupa kayu, tetapi sekarang boleh untuk mengelola hasil hutan selain kayu, seperti rotan, getah, air, dan jasa lingkungan”, terang Sugianto.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Java Agro Spices, Singgih Arie Pratomo, yang akrab disapa Tommy, menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan KADIN bersama APHI dengan mengajak pengusaha hutan untuk belajar budidaya vanili di perusahaannya.

Para pengusaha hutan saat ini, tambah Tommy, dimungkinkan untuk mengelola hutan tidak hanya mengambil kayunya saja akan tetapi bisa juga menanam tanaman produksi yang lain. Dengan demikian, hutan bisa tetap lestari, dan tetap terjaga kondisinya dengan baik.

“Mereka itu memiliki lahan yang luasnya ribuan hektare bisa berdampingan. Kayunya dapat, pendukung lainnya juga dapat. Sekali lagi saya saya sampaikan bahwa saya sangat mendukung sekali dan mengapresiasi kegiatan mereka. Jika mereka butuh pendampingan atau butuh teman diskusi kami siap”, pungkas Tommy. (*17).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *