Seorang Suami Tega Tikam Istrinya Hingga Tewas

  • Share
banner 468x60

SEMARANG, MEDGO.ID – Polrestabes Semarang, Polda Jawa Tengah, menggelar konferensi pers atas meninggalnya Endah Safitri (25 tahun) dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Senin (17/1/2022), di Mapolrestabes setempat.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Faizal Lisa, mengatakan bahwa konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar.


Pada kesempatan itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, menyampaikan bahwa pada Sabtu (15/1/22), Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap Kanipah alias Andre (31 tahun), warga Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang tinggal indekos di Jakan Srinindito Baru RT 11 RW 01, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Andre adalah pelaku KDRT terhadap Endah Safitri (25 tahun), yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Andre menikam istrinya dengan menggunakan sebilah pisau lipat hingga tewas. Kejadian tersebut bermula dari cecok mulut dari keduanya”, kata Kapolrestabes.

Kombes Pol Irwan mengatakan bahwa berdasarkan keterangan dari saksi Yuni, yang merupakan tetangga korban, pada Sabtu (15/1/2022) pukul 12.30 WIB, saat dirinya pulang dari kerja dan hendak mengantarkan makan siang untuk suaminya, melihat korban di rumah kostnya. Sesaat kemudian terjadi keributan dan saksi Yuni mendengar teriakan minta tolong dari korban dan Yunipun keluar untuk melihatnya, namun tidak berani masuk karena melihat Andre, suami korban, tengah memukuli korban.

“Kemudian saksi Yuni pergi meminta bantuan tetangganya dan bertemu Roni. Lalu Roni bermaksud melihat kondisi di dalam rumah korban, namun belum sampai masuk, Roni melihat Andre keluar rumah sambil membawa sebilah pisau. Saksi Roni melihat Andre lari ke luar rumah sambil membawa sebilah pisau dan saksi Roni melihat korban sudah tengkurap bersimbah darah. “, imbuh Kapolrestabes.

Sementara itu, lanjut Kapolrestabes, sesaat setelah kejadian, sekitar pukul 13.00 WIB, tetangga korban bernama Yanuar sempat melihat tersangka Andre datang ke rumah orang tua korban yang tidak jauh dari rumah kostnya, dimana saat itu Andre bermaksud menjemput anaknya dengan baju dan celananya masih ada noda darah.

“Saat ditanya oleh orang tua korban perihal noda darah tersebut, Andre hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis, kemudian Andre membawa anaknya pergi ke luar rumah”,

Sore hari setelah kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, imbuh Kapolrestabes, pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang di rumah kostnya itu, beserta barang bukti yang juga berhasil diamankan.

Dari tangan tersangka, lanjut Kapolrestabes, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah pisau lipat dengan panjang 20 centimeter bergagang kayu dan 1 celana warna kuning dengan ada noda darah. Selain itu 1 buah hem warna hitam putih ada noda darah, 1 unit SPM Yamaha Jupiter warna merah Nopol AE 2483 IE dan 1 buah HP Merk Xiaomi warna abu abu, turut di jadikan barang bukti.

“Korban tewas setelah mendapat beberapa tusukan menggunakan pisau lipat”, tandas Kapolrestabes.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 44 Ayat 3 UU RI No 23 Tahun 2004 atau Pasal 338 KUHP, Barang siapa dengan sengaja melakukan kekerasan dalam rumah tangga menyebabkan meninggal dunia dengan pidana penjara 15 tahun. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *