Sekolah Lapang Iklim Operasional Tingkatkan Wawasan Petani Tentang Informasi Iklim

  • Share

Temanggung, medgo.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah, menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional bagi para petani tembakau di wilayah Kabupaten Purworejo dan Temanggung.

Kegiatan SLI Operasional tersebut dilakukan di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, tanggal 12 hingga 13 Agustus 2022, dan akan dilanjutkan dengan praktek lapangan hingga 2,5 bulan ke depan.

\

Ada tiga tujuan utama SLI Operasional sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan petani tentang iklim dan kemampuan mereka untuk mengantisipasi fenomena iklim tertentu dalam aktivitas usaha tani mereka.
2. Membantu petani dalam mengamati parameter iklim dan menggunakan aplikasi dalam kegiatan dan strategi usaha tani mereka.
3. Membantu petani untuk menerjemahkan dan memahami informasi dan prakiraan iklim guna mendukung kegiatan pertanian, terutama untuk keputusan awal tanam dan strategi pengelolaan tanaman mereka.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Jum’at (12/8/2022), mengatakan bahwa indikasi dari dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan suhu tercatat mencapai 0,47°C per tahun, hal itu berarti bahwa dalam 30 tahun terjadi kenaikan suhu permukaan hingga lebih dari 1°C.

Dampak yang paling nyata, lanjut Dwikorita, adalah kondisi iklim yang makin tidak menentu dan semakin sering terjadinya cuaca ekstrem.

“Sesuai dengan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, BMKG melakukan identifikasi resiko iklim dan dampak secara menyeluruh di tengah tantangan perubahan iklim yang telah berada pada kondisi kritis tersebut. Kami melakukan langkah – langkah adaptasi dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan serta memperkuat layanan informasi dan literasi terutama di daerah pertanian pangan dan perkebunan dengan memperluas forum Sekolah Lapang Iklim (SLI) seperti ini”, ungkap Dwikorita.

BMKG bersama pihak-pihak terkait, imbuh Dwikorita, terus berupaya menyampaikan berbagai hal yang perlu diketahui oleh petani terkait dengan dampak perubahan iklim. Hal ini dimaksudkan agar para petani mengetahui perkembangan cuaca dan iklim terkini. BMKG juga akan melengkapi informasi cuaca dan iklim secara digital, sehingga lebih mudah diakses oleh petani.

“Beberapa hari yang lalu kami telah meluncurkan portal Sekolah Lapang Iklim yang bisa diakses dari manapun. Jadi konsepnya adalah smart farming. Nantinya petani bisa mengetahui kondisi cuaca per jam, 3 jam, harian, mingguan, bahkan kondisi iklim hingga beberapa bulan ke depan. Dari informasi ini, diharapkan petani mampu melakukan perencanaan kapan mulai tanam, bagaimana pola tanamnya, sehingga dapat menghindari gagal panen akibat kondisi cuaca ekstrem karena sudah bisa dideteksi dan diantisipasi”, pungkas Dwikorita. (*17).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *