Satreskrim Polres Magelang Tangkap Residivis Jual 300 Kg Bahan Peledak Ilegal

  • Share

MAGELANG, MEDGO.ID – Setelah mendapatkan informasi adanya penjualan bahan peledak (obat mercon) tanpa ijin, maka Tim Resmob Satreskrim Polres Magelang Polda Jawa Tengah, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 3 orang tersangka.

Pada hari Kamis 15 April 2021, sekitar pukul 21.30 WIB, di depan Ruko Metro Square Mertoyudan, Kabupaten Magelang, anggotanya telah menangkap 1 orang tersangka dengan barang bukti berupa 8 Kg pembuat mercon jenis Potassium.

Setelah dilakukan pengembangan, jajaran Satreskrim Polres Magelang, kembali berhasil menangkap 2 tersangka lainnya, dengan barang bukti bahan baku pembuat mercon sebanyak lebih dari 300 Kg.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (19/04/2021), di Loby Polres Magelang. Seperti dikutip dari Humas Polda Jeteng.

AKBP Ronald A. Purba mengatakan bahwa penangkapan penjualan bahan baku mercon ini yang sangat besar dan sangat membahayakan apabila disalahgunakan oleh masyarakat.

Kapolres Magelang menyebutkan ketiga orang tersangka adalah IS (19 tahun), seorang pelajar, warga Dusun Sanggrahan RT 02 RW 12 Desa Bumirejo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, MS (47 tahun), seorang laki laki berprofesi sebagai pedagang, warga Dusun Macanan RT 10 RW 05 Desa Banyusari Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang, dan SJ (44 tahun), warga Dusun Tumbu RT 05 RW 01 Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.

“SJ sendiri merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2018 silam”, kata Ronald.

Para pelaku, lanjut Kapolres, menggunakan modus operandi dengan meracik bahan-bahan brom, belerang dan potasium, menjadi obat mercon yang siap pakai, dan kemudian dijual online melalui Facebook maupun offline di wilayah Magelang.

Ketiga tersangka diancam dengan Pasal 1 ayat (1) UU No 12 / DRT / tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Kapolres Magelang juga mengimbau pada masyarakat, agar tidak menyimpan bahan baku petasan dan bahan peledak lainnya, serta jangan menyulut atau membunyikan oetasan karena sangat mengganggu ketertiban umum. Disamping itu menyalakan petasan atau mercon sangat mengganggu kekhusyukan dalam beribadah di bulan Suci Ramadhan, serta merupakan perbuatan yang tidak bermanfaat.

Petasan atau mercon sendiri termasuk bahan peledak yang dapat menimbulkan kerugian moril maupun materiil, membuat, menyimpan, mengedarkan dan menyalakan petasan merupakan perbuatan pidana yang dapat diancam dengan ancaman hukuman mati.

“Mari kita menjaga kekhusukan bulan Ramadhan agar masayarakat bisa menjalankan ibadah bulan suci ini secara aman, nyaman dan terhindar dari hal-hal yang berbahaya,masyarakat harus paham bahwa petasan bukan untuk bersenang- senang, bahan peledak dan petasan sudah menelan banyak korban”, (*).
Pewarta: Adang.

 

  • Share
Exit mobile version