Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi Tolak ODOL

  • Share
banner 468x60

SEMARANG, MEDGO.ID – Aksi menolak kebijakan pemerintah terkait dengan pembatasan dan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL), dilakukan oleh sopir truk di kota Semarang, Banjarnegara dan Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022).

Di Semarang sebanyak 350 orang sopir truk menggelar aksinya di depan kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah yang beralamat di Jalan Siliwangi.
Sementara itu, di Temanggung ratusan sopir truk menggelar aksi mogok menolak kebijakan pelarangan dan pembatasan truk ODOL, dengan memarkirkan truknya di sekitar Terminal Madureso, Kabupaten Temanggung.
Alasan yang mendasari aksi para sopir truk itu adalah apabila peraturan ODOL diberlakukan maka akan mengurangi penghasilan.

Sebenarnya apa sih ODOL itu ?
Di atas sudah disinggung ODOL adalah kepanjangan dari Over Dimension Over Loading, yang merupakan suatu pelanggaran dimana kendaraan memuat beban angkutan yang melebihi izinnya, ataupun melanggar spesifikasi standar angkutan barang.


Setiap hari kita sering melihat di jalan raya kendaraan yang melakukan ODOL. Memang sering kali alasannya adalah untuk meningkatkan muatan saat pengangkutan barang ataupun mengefektifkan pekerjaan pengantaran barang.
Tapi sebenarnya, selain melanggar Undang-Undang, ODOL juga acap kali menjadi penyebab terjadinya kemacetan dan kecelakaan.

Kendaraan yang mengangkut muatan melebihi dari izin yang diberikan bisa menyebabkan kemampuan dalam sistem pengereman saat menurun bahkan bisa jadi terjadi kegagalan sistem pengereman. Apabila muatan kendaraan tersebut berlebih, sistem pengereman tidak dapat menahan laju kendaraan yang dipengaruhi muatan berlebih tersebut sehingga menyebabkan rem blong dan bahkan kecelakaan yang fatal.
Ada lagi, rancang bangun yang tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan dapat mengganggu kestabilan kendaraan dan dapat menyebabkan kendaraan terguling.

Pemuatan barang angkutan yang berlebih juga dapat menyebabkan kerusaan pada komponen kendaraan, bisa-bisa kendaraan mengalami patah sumbu roda yang menyebabkan kemacetan di jalan dan perjalanan pengantaran barang malah terhambat.
Masih ada lagi, kendaraan dengan muatan berlebih akan menyebabkan konstruksi jalanan cepat rusak dan mengganggu pengguna jalan yang lain.

Melansir dari Balitbanghub.dephub.go.id, Over Dimension adalah suatu kondisi dimana dimensi pengangkut kendaraan tidak sesuai dengan standar produksi dan ketentuan peraturan.
Kondisi ini biasanya terjadi karena pemilik kendaraan melakukan modifikasi dimensi pengangkut yaitu bisa berupa pemendekan atau pemanjangan chasis, dengan mengubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan.

Namun bukan berarti memodifikasi kendaraan semacam itu dilarang, modifikasi dimensi kendaraan sebenarnya diperbolehkan, asalkan melakukan uji tipe. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Tapi kalau tidak melalui uji tipe setelah modifikasi dimensi kendaraan maka siap-siap saja kena sanksi. Sebagaimana disebutkan pada Pasal 227 UU Nomor 22 tahun 2009, sanksi yang diberikan untuk pengendara yang tidak melakukan uji tipe setelah memodifikasi kendaraannya adalah mendapat denda sebesar Rp 24.000.000 atau kurungan paling lama 1 tahun.

Selanjutnya, Over Loading adalah suatu kondisi dimana kendaraan mengangkut muatan yang melebihi batas beban yang ditetapkan.
Berat maksimum kendaraan berikut muatannya disebut sebagai Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI). Batas JBI akan semakin besar jika jumlah sumbu kendaraan semakin banyak.
Sebagai contoh truk engkel bersumbu ganda dengan konfigurasi 1-1 JBI-nya adalah 12 ton.
Sedangkan truk tronton dengan 6 sumbu JBI-nya bisa mencapai 43 ton. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *