Rapat Dengar Pendapat: Kinerja Bupati Kendal Belum Sesuai Harapan

  • Share

Kendal, medgo.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Senin (05/09/2022) siang, di Ruang Rapat Paripurna.

Pemerintah Kabupaten Kendal diwakili oleh Sekretaris Daerah Kendal, Ir. Sugiono, dan sejumlah OPD terkait serta anggota Tim Percepatan Kabupaten Kendal.
Sementara itu dari DPRD Kendal hadir Ketua DPRD bersama para Wakil Ketua dan dan pimpinan komisi A, B, C dan D.

RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, menyoroti tentang kinerja Dico Mahtado Ganinduto, selama menjabat sebagai Bupati Kendal.

Makmun menilai bahwa kepemimpinan Dico M Ganunduto selama menjabat sebagai Bupati Kendal belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Ada beberapa hal yang dikemukakan oleh Makmun yaitu Pj Kepala Desa Jenarsari Kecamatan Gemuh, pemberian hibah sebesar Rp. 20 miliar untuk revitalisasi total Masjid Agung Kendal yang masih menjadi perdebatan para kiai, masalah Pasar Weleri, dan masalah Pasar Kaliwungu.

Lebih jauh Makmun memaparkan terkait dengan menunggal dunianya Kepala Desa Jenarsari namun hingga sekarang belum ada penjabat kepala desa untuk memimpin Pemerintahan Desa Jenarsari.

“Revitalisasi Masjid Agung Kendal yang akan dibongkar total, padahal Masjid Agung Kendal adalah satu bangunan cagar budaya, masih menjadi perdebatan di kalangan para tokoh dan kyai”, tandas Makmun.

Selain itu, lanjut Makmun, permasalahan Pasar Weleri yang hingga kini tak kunjung ada tanda- tanda akan dibangun, demikian juga dengan permasalahan Pasar Kaliwungu.

“Kepada Sekda Kendal agar melaporkan hal ini kepada Bupati Kendal karena sebenarnya yang menjadi titik tekan kami adalah Bupati Kendal”, tegas Makmun.

Saat mencalonkan diri sebagai Bupati Kendal pada tahun 2020 lalu, lanjut Makmun, Dico Mahtado Ganinduto menyampaikan visi misinya, dan ketika merumuskan RPJMD jelas juga menyatakan akan membangun tata kelola pemerintahan yang profesional.

‘”Akan tetapi faktanya sampai hari ini, apa yang sudah dilakukan oleh Bupati Kendal masih jauh dari ekspektasi. Hasil dari rapat dengar pendapat ini agar dilaporkan ke bupati dan jangan berhenti di sini. Jangan lewat Tim Percepatan. Langsung disampaikan kepada bupati. Kalau ini tidak sampai ke bupati, tidak ada gunanya. Karena yang kita tagih itu janji bupati”, tandas Makmun.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C, Zaenudin, meminta agar hal tersebut tidak hanya disampaikan kepada bupati saja, tapi harus ada berita acara RTL dan langkah- langkah konret yang disampaikan.

“Berita acara itu harus tetap ada, karena semuanya akan jelas disampaikan di berita acara tersebut”, Zaenudin.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Kendal, Ir. Sugiono, menyampaikan bahwa pada prinsipnya dirinya menerima masukan seperti disampaikan dalam rapat dengar pendapat.

“Saya akan berusaha membenahi apa yang selama ini masih kurang, diantaranya keterlambatan seperti penunjukkan penjabat kepala desa karena kepala desanya meninggal dunia. Dengan adanya agenda dengar pendapat seperti ini, Kendal akan menjadi lebih baik lagi”, pungkas Sekda. (*17).

  • Share
Exit mobile version