PMK Mewabah Tiga Pasar Hewan Di Kabupaten Kendal Ditutup

  • Share

Kendal, medgo.id – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah mewabah di 11 kecamatan dan tersebar di 29 desa yang ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus PMK, Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, mengeluarkan kebijakan dengan menutup operasional pasar hewan di Kabupaten Kendal yaitu Pasar Hewan Sukorejo, Boja dan Cepiring.

\

“Penutupan pasar hewan tersebut akan dilakukan selama 15 hari terhitung mulai tanggal 5 hingga 19 Juni 2022. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Pemerintah Pusat”, tandas Bupati Kendal.

Menurut Bupati Kendal, kebijakan penutupan pasar hewan tersebut telah sesuai dengan surat edaran dari Menteri Pertanian Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 tanggal 10 Mei 2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak dan surat edaran Menteri Pertanian Nomor 02/SE/PK.300/M/5/2022 tanggal 18 Mei 2022 tentang Penataan Lalu-Lintas Hewan Rentan, Produk Hewan dan Media Pembawa lainnya di daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Bupati Kendal menyampaikan bahwa berbagai upaya dalam penanganan kasus PMK juga telah dilakukan. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, juga terus melakukan tracing dan testing ke setiap peternakan. Selain itu ada sosialisasi dan pembinaan untuk para pemilik hewan ternak.

“Setiap hari juga dilakukan pengawasan di Pasar Hewan dan di Kandang milik peternak, sebagai upaya sosialisasi dan pencegahan dini akan Penyakit PMK”, tegas Bupati Kendal.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Pandu Rapriat Rogojati, S.P., menjelaskan bahwa saat ini ada 275 kasus terkonfirmasi positif PMK. Sementara dari 275 kasus yang positif terdiri dari 9 Kerbau dan 266 Sapi masih dalam proses karantina.

“Total ada 11 Kecamatan di Kendal yang terkonfirmasi positif PMK yaitu Kecamatan Patebon, Cepiring, Kangkung, Gemuh, Pagerruyung, Limbangan, Boja, Patean, Singorojo, Plantungan dan Sukorejo. Kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Patean yakni ada 64 kasus dan terendah di Kecamatan Gemuh sebanyak 3 kasus”, papar Pandu.

Lebih lanjut Pandu menyampaikan bahwa tracing juga terus dilakukan melalui pemeriksaan mobilitas ternak, peternak, pedagang ternak, peralatan keluar masuk Kabupaten Kendal, ternak yang baru dibeli dari pasar hewan Kabupaten Kendal maupun dari luar Kabupaten Kendal, mobilitas peternak dan orang yang tidak berkepentingan antar kandang dan ternak lama tertular dari ternak baru yang berasal dari pasar hewan ati dari luar daerah yang terkonfirmasi. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *