Pengendalian OPT Tidak Harus Dengan Menggunakan Bahan Kimia

  • Share

DEMAK, MEDGO.ID – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Rukun Santoso Desa Surodadi Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Jawa Tengah, diminta untuk melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara mandiri terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), yang dilakukan setiap dua minggu sekali, untuk mencegah penyakit kresek pada padi.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gajah, Sugondo, pada saat pelaksanaan gerdal OPT, Jum’at (16/4/2021). Seperti dikutip dari demakkab.go.id.

\

Menurut Sugondo, untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman tidak melulu harus memakai pestisida kimia karena ada cara lain yang ramah dan aman bagi lingkungan.

“Dalam mengendalikan OPT, harus memperhatikan dampak negatifnya pada lingkungan, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga dan lestari”, ujarnya.

Sugondo menyampaikan bahwa gerdal bisa dilakukan dengan menggunakan Agen Pengendali Hayati (APH) seperti Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), yakni bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Selain itu, juga bisa menggunakan pupuk organik cair atau paenibacillus.

“Pembuatan PGPR ini bisa dilakukan secara berkelompok agar lebih efektif dan mudah,” tutur Sugondo.

Sementara itu, Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (PPOPT) Kecamatan Gajah, Mundi Marsono, menyampaikan, tanah yang tidak sehat yang disebabkan oleh genangan air hujan, bisa mengakibatkan tanaman padi terkontaminasi bakteri xanthomonas oryzae atau yang umum disebut Hawar Daun Bakteri.

“Bakteri xanthomonas oryzae tersebut menyerang tanaman padi baik pada fase vegetatif (pertumbuhan) maupun generatif (Pembentukan buah). Selanjutnya, bakteri itu menginfeksi tanama mulai stomata daun, kemudian masuk ke klorofil dan merusak daun, sehingga secara fisik jika terjadi serangan, daun akan terlihat kuning dan lama kelamaan tanaman akan mati.

“Jika tidak segera dikendalikan dengan penyemprotan menggunakan agensia hayati, tanaman padi akan terinfeksi secara keseluruhan selanjutnya tanaman padi akan mati,” jelasnya. (*).
Pewarta: Adang.

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *