Pengajuan Surat Keterangan Usaha Program Banpers Rawan Manipulasi

  • Share

PURBALINGGA, MEDGO.ID – Warga yang ada di wilayah Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, beramai-ramai mendatangi kantor desa setempat untuk mengajukan Surat Keterangan Usaha (SKU), Selasa (20/4/2021).

Hal tersebut dilakukan karena hari ini, merupakan hari terakhir pendaftaran program Bantuan Presiden (Banpres) UMKM sebesar Rp 1,2 juta.

Namun yang sangat disayangkan adalah tidak adanya pengecekan lapangan, terhadap warga yang mengajukan SKU, tentunya hal ini sangat rawan akan terjadi manipulasi data.

SKU merupakan syarat untuk mengajukan Banpres UMKM Rp 1,2 juta. Dalam pengajuan SKU, memang dilampirkan foto bentuk kegiatan usahanya. Hanya saja, tidak ada verifikasi lapangan memastikan hal tersebut.

“Terkait dengan potensi manipulasi data, hal tersebut tergantung dari desa atau kelurahan yang mengeluarkan SHU. Untuk itu, Pemda mengingatkan kepada Pemdes untuk bisa berlaku jujur dan adil. SKU sangat tergantung jujurnya desa dan pendaftar”, kata Kabid UMKM, Adi Purwanto.

Pekan lalu, beredar di media sosial terkait indikasi kecurangan soal Banpres UMKM ini. Pemilik akun Twitter @Nur_awalaja, dalam cuitannya, dia menuliskan “@dinkominfo_pbg min, tolong donk, buat yg pendaftaran penerima dana UMKM yang 1,2 juta di Purbalingga disidak. Masa orang ga dagang apa2 bisa dapat dana UMKM 1,2 juta. Trimakasih”.

Menjelang akhir pendaftaran Banpres UMKM Rp 1,2 juta, banyak warga yang mendatangi kantor desa. Mereka mengajukan SKU untuk memenuhi syarat pengajuan sebagai penerima. Dalam sehari, setidaknya sampai sepuluh pemohon di kantor desa.

“Hari ini ada sekitar sembilan pemohon, kalau dari kemarin ada sekitar 20 orang yang mengajukan”, kata Kades Kalimanah Kulon Nurcahyadi, Senin (19/4/2021) sore.

Jumlah total yang mengajukan, menurut Nurcahyadi, masih dalam jumlah yang wajar. Semua pemohon juga merupakan pelaku usaha. Hari ini kelihatan ramai karena hari terakhir pendaftaran.

Sementara di Desa Onje Kecamatan Mrebet, hari ini ada sekitar 15 pemohon SKU. Sebelumnya sudah ada 7 tujuh orang yang mengajukan.
“Hari ini ada 15 orang, kemarin sudah tujuh orang,” kata Mugi Ari Purwono.

Dia memastikan, bahwa orang yang membuat SKU, dalam kesehariannya memang pelaku usaha. Sehingga, tidak ada manipulasi yang dilakukan oleh pihak desa. Meskipun, tanpa ada cros cek ke lapangan. “Meskipun tidak ada cros cek, tapi ini kan lingkup desa, kuta tahu keseharian warganya,” ujarnya.

Banyaknya pemohon juga terjadi di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon. Rata-rata setiap harinya ada sekitar 10 orang pemohon SKU.

“Setiap hari lebih dari 10 orang mengajukan untuk bantuan tersebut,” kata Kades Jetis, Cahyani Dwi Hargani. (*).
Editor: Adang.
Pewarta:Arif.

  • Share
Exit mobile version