Pengadaan Barang Jasa Di Jawa Tengah Gunakan Produk UMKM dan Koperasi

  • Share

Semarang, medgo.id – Perencanaan pengadaan barang dan jasa melalui penyedia barang-jasa di Provinsi Jawa Tengah anggarannya kurang lebih sebesar Rp. 4 triliun untuk 23.967 paket barang dan jasa. Dan yang sudah divalidasi oleh pejabat pembuat komitmen senilai Rp. 2,8 triliun untuk 19.671 paket.

Sementara itu Realisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dalam pengadaan barang dan jasa di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 98,26 persen atau senilai dengan Rp. 2,7 triliun.
Dimana dari pencapaian tersebut, sekitar 85,6 persen atau senilai Rp. 2,4 trilun merupakan produk dari UMKM dan koperasi.

\

Dalam arahannya, Presiden RI juga menyampaikan bahwa realisasi komitmen penggunaan produk dalam negeri harus lebih digenjot lagi. Ia menyampaikan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari 209 pemda, targetnya sebesar Rp. 543 triliun, yang bersumber dari APBN dan APBD. Sedangkan komitmen yang sudah terealisasi sekitar 22 persen atau Rp. 122,1 triliun.

Secara tegas Joko Widodo juga mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa harus lebih mengutamakan produk dalam negeri, karena masih ditemukan banyak lembaga dan kementerian yang membeli barang dari luar negeri meskipun di dalam negeri produk yang sama juga diproduksi.

Demikian yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (14/6/2022), seusai mengikuti dan mendengarkan arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, pada Rakor Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022, terkait dengan penggunaan produk dalam negeri.

Lebih jauh Ganjar mengatakan bahwa dirinya akan terus memantau agar pelaksanaan komitmen sukses dan terus meningkat, karena suksesnya program P3DN tersebut akan mendorong bergeraknya industri dalam negeri.

“Presiden mengingatkan bahwa dunia internasional atau eksternalnya berubah demikian drastis, dan akan banyak negara akan mengalami situasi yang sangat rumit. Kalau kita tidak siap-siap, kita akan ikut rumit. Dengan kekuatan dalam negeri, kalau kata Bung Karno itu berdikari dalam bidang ekonomi, dengan aksi-aksi tersebut menurut saya akan menjadi terobosan yang dahsyat”, ungkap Ganjar.

Selain itu, lanjut Ganjar, dirinya juga setuju dengan afirmasi yang diberikan oleh Presiden RI untuk menstimulus perekonomian dengan membeli produk dalam negeri. Afirmasi tersebut adalah sebuah langkah yang bagus untuk memberikan kesempatan membela dan menyerap produk dalam negeri lebih banyak sehingga perekonomian meningkat. Hal ini juga memberikan tantangan terhadap industri dalam negeri agar membuat produk yang berkualitas.

“Tinggal nanti kita sampaikan itu kepada BPKP dan BPK agar komitmen ini betul-betul bisa dipegang. Saya setuju dengan presiden, pasti ini akan mendorong kita semuanya bisa menyerap produk dalam negeri jauh lebih banyak. Ini nanti akan menjadi tantangan bagi produsen dalam negeri untuk membuat produk dengan kualitas yang jauh lebih bagus. Kalau kita membeli, kira-kira konsumen tidak akan kecewa”, jelasnya. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *