Pemkab Kendal Antisipasi Potensi Konflik Pilkades Serentak

  • Share

Kendal, medgo.id – Adanya potensi konflik pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 19 Oktober 2022 mendatang dan inflasi sebagai dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan kesbangpol) Kabupaten Kendal, menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Wilayah (Rakorpamwil), di Ruang Rapat Ngesti Widhi Setda Kendal, Rabu (14/9/2022).

Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Suharjo, mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya Rakorpamwil adalah sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas dan Kondusivitas wilayah Kabupaten Kendal. Selain itu, juga menciptakan koordinasi antar perangkat daerah, TNI dan Polri guna mensinergikan hubungan.

\

“Dasar pelaksanaan Rakor Pamwil yaitu peraturan Menteri Dalam Negeri no 42 tahun 2015 tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial, dan peraturan Menteri Dalam Negeri no 46 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan Menteri Dalam Negeri no 2 tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah”, terang Suharjo.

Pada kesempatan Rakor tersebut, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, menyampaikan empat pesan dari Bupati Kendal kepada Forkopimcam yaitu melakukan pemantauan langsung ke desa-desa, berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat, memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan kondusifitas wilayah pasca kenaikan BBM.

“Mari kita bersama-sama, bersatu-padu dan bergotong- royong untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkades serentak yang akan berlangsung pada 19 Oktober 2022. Diharapkan semua pihak terkait dapat saling berkolaborasi shingga mampu menciptakan kondusifitas di masyarakat”, terang Windu Suko Basuki.

Terkait dengan dampak inflasi sebagai akibat dari kenaikan harga BBM, Wakil Bupati Kendal juga mengharapkan kepada para camat agar ikut mengawasi secara langsung dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya bantuan sosial.

“Selain itu, saya meminta kepada pihak terkait agar membantu masyarakat khususnya para nelayan dimana pada saat ini tengah mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau membeli solar untuk mesin kapalnya agar bisa melaut”, tandas Wakil Bupati.

Lebih jauh, Wakil Bupati Kendal, meminta supaya distribusinya merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan dana.

Sementara itu Kapolres Kendal, AKBP Jamal Alam, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan pelaksanaan Pilkades yang akan berlangsung di 62 desa yang tersebar di 19 Kecamatan di dengan total 354 TPS.

Dalam menghadapi inflasi dan kenaikan BBM upaya yang dilakukan adalah penyaluran bantuan sosial. Untuk BLT BBM menyasar tukang ojek, tukang becak dan kusir penyalurannya bekerjasama dengan PT POS Indonesia sebesar Rp. 150 ribu per bulan, dan akan dibayarkan sekaligus untuk 2 bulan pada bulan September 2022.
BLT Sembako diberikan kepada 35.279 KPM sebesar Rp. 200 ribu, dan dibayarkan pada September 2022.
BLT kepada pekerja yang memiliki upah di bawah Rp. 3.500.000/bulan, diberikan bantuan sebesar Rp. 600.000 sampai akhir tahun 2022. Pemberlakuan asuransi nelayan sebesar Rp. 120 ribu/tahun dan premi meninggal Rp. 60 juta. (*17).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *