Pemkab Batang Anggarkan 3 Miliar Untuk Program RTLH 2022

  • Share

BATANG, MEDGO.ID – Bupati Batang, Jawa Tengah, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono, Selasa (28/12/2021), dalam program “Tilik Warga” yang merupakan program rutin Bupati Batang yang dilaksanakan setiap hari Selasa.

Pada kesempatan itu, Wihaji bersama rombongan menyambangi rumah sesepuh Desa Tegalombo yang tengah menderita sakit karena stroke.

\

“Mbah Mahyun ini suaminya sesepuh desa lagi sakit stroke sudah 10 tahun. Maka kita tengok dan pastikan mendapat bantuan. Mbah Mahyun selama ini yang menopang kehidupan dari pekerjaannya sebagai buruh pembuat emping”, kata Wihaji. Seperti dikutip dari batangkab.go.id.

Kalau sudah lanjut usia (Lansia), imbuh Wihaji memang kebutuhannya untuk makan setiap hari. Maka dari itu, kita tidak memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mbah Mahyun akan mendapatkan bantuan sehat untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya mengunjungi 7 orang warga Desa Tegalombo dan dari 7 orang itu ada satu orang warga yang memang membutuhkan program RTLH”, kata Wihaji.

Bupati Batang juga menyampaikan bahwa bantuan RTLH untuk tahun 2022 dianggarkan sekitar Rp. 3 miliar, anggaran ini turun dari tahun 2021 karena kemampuan keuangan dan ada refocusing.

Lebih lanjut Wihaji mengatakan bahwa anggaran RTLH di awal dirinya menjabat pada tahun 2017 dan 2018 anggaran RTLH bisa mencapai Rp. 10 miliar, akan tetapi karena kondisi keuangan dan pandemi anggaran maka tersebut mengalami penurunan.

“Kalau sekarang memang anggaran RTLH per unit ada kenaikan kalau dulu Rp. 10 juta, tahun ini kita naikkan menjadi Rp12,5 juta. Rp. 2,5 juta untuk tenaga Rp10 juta untuk membangun rumah”, tandas Wihaji terus.

Untuk mememuhi target kuota RTLH setiap tahunnya, tambah Wihaji, Pemerintah Kabupaten Batang juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat, agar capaian target setiap tahunnya bisa terpenuhi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemukiman Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP), Batang Nur Haryanto, menjelaskan bahwa dari program RTLH APBD di tahun 2021 ada sebanyak 334 unit rumah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) ada sekitar 115 unit rumah serta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ada 201 unit rumah.

“Untuk nilai bantuan satu unit rumah program BSPS dan bantuan DAK nilianya sebesar Rp. 20 juta, untuk satu unit dari APBD nilainya Rp. 12,5 juta”, tutur Nur.

Untuk program RTLH di tahun 2022, lanjut Nur, ada sekitar 305 unit rumah dimana satu unit rumah nilai bantuannya sebesar Rp. 12, 5 juta. Adapun program dari APBN melaui DAK ada 25 unit rumah yang nilai bantuannya sebesar Rp. 40 juta yang terbagi dari dua sumber APBD dan APBN.

“Program RTLH pada tahun 2022 jumlahnya lebih sedikit jika dibanding dengan tahun 2021. Hal ini karena alokasi pagu anggarannya turun. Di tahun 2022 lebih ke infrastruktur, maka terkait program RTLH sedikit berkurang,” ujar Nur.

“Ada ratusan rumah warga yang belum tersentuh program RTLH, karenanya masih butuh waktu lama dan anggaran yang besar untuk menyelesaikannya”, pungkas Nur. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *