Para Pengungsi Di Desa Banyurojo Bahu -Membahu Siapkan Makanan

  • Share

MAGELANG. MEDGO.ID – Program Desa Bersaudara benar-benar nyata tergambar di tempat pengungsian warga lereng Gunung Merapi yang ada di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Jika sebelumnya, semua urusan dapur ditangani oleh warga Desa Banyurojo dengan melibatkan PKK dan relawan. Tapi sekarang, para pengungsi bersama warga setempat saling bahu-membahu memasak di dapur umum untuk menyiapkan kebutuhan makan bagi para pengungsi.

Kegiatan memasak di dapur umum pengungsi Merapi di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan. (Dok. foto: Humas Pemkab Magelang).

“Para pengungsi sudah seperti saudara sendiri, kalau kemarin-kemarin urusan dapur umum 100 persen ditangani warga sini tapi sudah dua hari ini para pengungsi ikut terlibat”, kata Sekretaris Desa Banyurojo Agus Firmansah, Senin (23/11/2020). Sebagaimana dilansir dari Humas Pemkab Magelang.

Menurutnya, dengan memberdayakan para pengungsi ini maka pihaknya dapat konsentrasi ke pekerjaan di desa paling tidak 50 persen, sehingga semuanya bisa berjalan.Urusan pengungsian lancar dan pekerjaan desa juga lancar.

“Dengan memberdayakan pengungsi ini justru mereka senang, bisa dipercaya untuk mengurusi dapur umum dan lainnya. Tempat pengungsian dengan sistem desa bersaudara memang seharusnya begitu, mengelola bersama-sama, antara pengungsi dengan desa penyangga,” ungkapnya.

Sementara itu, koordinator dapur umum pengungsian Desa Banyurojo Eti Siti Nurjanah menyampaikan bahwa aktivitas dapur umum kini melibatkan pengungsi untuk membantu memasak. Yang pokok memasak dari ibu-ibu PKK dan pengungsi sifatnya membantu.

“Alhamdulillah mereka dengan senang hati untuk ikut membantu kegiatan dapur umum, ada yang mencuci piring dan ada yang membantu memasak,” katanya.

Ia menyampaikan khusus untuk menanak nasi, dapur umum di Desa Banyurojo sejak awal menggunakan bahan bakar arang kayu, bukan menggunakan kompor gas. Karena selain lebih irit hasil masakannya juga lebih enak.

“Menggunakan arang kayu lebih cepat dan lebih irit dan juga tingkat kematangannya bisa maksimal,” ujarnya. (*).
Reporter: Adang.

  • Share
Exit mobile version