Para Juleha Harus Memiliki Sertifikat

  • Share

Batang,medgo.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dislutkanak Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan melakukan pelatihan khusus terhadap para Juru Penyembelih Halal (Juleha) unggas maupun hewan ternak besar.

Kasi Garazawa, Kantor Kemenag Batang, Siswoyo, Jum’at (16/9/2022), mengatakan bahwa Dilakukannya pelatihan bagi Juleha tersebut karena masih minimnya para Juleha yang memiliki sertifikat. Apabila Juleha belum bersertifikat, sudah barang tentu RPH atau RPU pun belum mendapatkan sertifikat halal. Sertifikasi halal yang diperoleh Juleha, akan membantu memudahkan para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan sertifikat halal.

\

“Sebagai imbasnya, bagi para pedagang makanan berbahan dasar ayam potong maupun daging yang dibeli dari RPH dan RPU yang belum bersertifikat halal, jika makanannya didaftarkan dalam sertifikasi produk halal, maka tidak akan diterima oleh sistem”, ungkap Siswoyo

Selain para kyai atau ulama, lanjut Siswoyo, para petugas lapangan juga harus mendapat pelatihan. Minimal satu kecamatan ada satu petugas di RPH atau RPU, sehingga para pedagang bisa membeli dari satu sumber yang sudah dipastikan kehalalannya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Batang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disperpuska, KH. M. Saefudin Zuhri, membenarkan bahwa dalam waktu dekat MUI dan Kemenag Batang akan bekerja sama untuk memberikan pelatihan kepada petugas penyembelih hewan agar memiliki sertifikat halal.

“Pelatihan untuk Juleha sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Dan dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan halaqoh atau workshop untuk pengurusan sertifikatnya,” jelasnya.

Jika sebelumnya sertifikat halal dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), imbuh Saefudin, tapi saat ini dikeluarkan oleh Pemerintah langsung melalui Kemenag RI.

“Biayanya pun lebih efisien, jika sebelumnya setiap pihak yang ingin mendapatkan sertifikat halal harus merogoh kocek sampai Rp. 2,5 juta, namun tahun ini cukup mengeluarkan biaya Rp. 300 ribu karena pengurusannya melalui sistem online”, ungkapnya.

Saefudin juga mengimbau agar para juru sembelih harus berbasis syariah.

“Harus memiliki ilmu agama yang baik, bisa dari alumni pesantren dan berkompeten di bidangnya”, pungkas Saefudin. (*17).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *