Mau Tahu Seberapa Besar Biaya Perawatan Pasien Covid?

  • Share
Neta S Pane Ketua Presidium IPW (Foto antara)

KENDAL, MEDGO.ID – Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah membuat satuan biaya penggantian atas biaya pengobatan corona tersebut.
Satuan biaya pengobatan corona tersebut tertuang dalam lampiran Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK.02/2020 tertanggal 6 April 2020.

Surat ini sebagai pedoman pihak rumah sakit mengajukan klaim ke Kementerian Kesehatan untuk mengganti biaya pengobatan corona / pasien Covid-19. Surat ini membatasi besaran nilai top up per hari untuk menghitung tarif klaim pasien rawat inap.

\

Untuk pasien Covid-19 tanpa komplikasi, biaya perawatan pasien corona di ruang ICU dengan ventilator Rp. 15,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp. 12 juta per hari.
Lalu biaya perawatan pasien corona di ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp. 10,5 juta, tanpa ventilator Rp. 7,5 juta.

Sedangkan biaya perawatan pasien corona di ruang isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp. 10,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp. 7,5 juta per hari.
Untuk pasien Covid-19 dengan komplikasi, biaya perawatan pasien corona di ruang ICU dengan ventilator Rp. 16,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp. 12,5 juta per hari.

Lalu biaya perawatan pasien corona di ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp. 14,5 juta, tanpa ventilator Rp. 9,5 juta. Sedangkan biaya perawatan pasien coronadi ruang isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp. 14,5 juta per hari dan tanpa ventilator Rp. 9,5 juta per hari.

Mari kita coba berhitung, jika seorang pasien Covid-19 dirawat selama 14 hari.
Misalnya untuk pasien Covid-19 tanpa komplikasi, dimana biaya perawatan pasien corona di ruang ICU dengan ventilator Rp. 15,5 juta per hari.
Biaya yang muncul adalah 14 hari x Rp. 15,5 juta= Rp. 217 juta.

Biaya perawatan pasien corona di ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp. 7,5 juta.
Biaya yang muncul adalah 14 hari x Rp. 7,5 juta= Rp. 105 juta.
Untuk pasien Covid-19 dengan komplikasi, biaya perawatan pasien corona di ruang ICU dengan ventilator Rp. 16,5 juta per hari.
Biaya yang muncul adalah 14 hari x Rp. 16,5 juta= Rp. 231 juta.

Melihat hitungan angka tersebut, tidaklah mengherankan jika Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan bahwa hal itu membuat mafia rumah sakit bergerak untuk “merampok” anggaran tersebut, Sabtu (3/10/2020), sebagaimana dilansir dari Antaranews.com.

“Saya juga tidak heran, apabila banyak kabar yang beredar tentang masyarakat yang diminta untuk menandatangani surat pernyataan bahwa anggota keluarganya terkena COVID-19 dan diberi sejumlah uang oleh pihak rumah sakit. Padahal, sesungguhnya pasien yang bersangkutan terkena penyakit lain. Ada juga orang yang diperkirakan terserang COVID-19 lalu meninggal, sementara hasil tes belum keluar dan setelah hasilnya keluar, ternyata negatif”, kata Neta.

Neta menambahkan juga bahwa tindakan yang melibatkan oknum rumah sakit ini adalah sebuah kejahatan dan korupsi baru terhadap anggaran negara.

Neta menyarankan agar Polri dalam hal ini Bareskrim, segera membongkar mafia rumah sakit yang memanfaatkan pandemi COVID-19 untuk meraih keuntungan dengan cara meng-COVID-kan orang sakit yang sesungguhnya tidak terkena COVID-19.

Namun, menurut Neta, Bareskrim Polri belum bergerak untuk mengusut dan memburu mafia rumah sakit tersebut. Padahal, tudingan meng-COVID-kan orang sudah marak dan ramai bermunculan di berbagai media sosial. (AD1).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *