Lapas Terbuka Kendal Budidayakan Lebah Klanceng

  • Share

Kendal, medgo.id – Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal sebagai Lapas Produktif yang menempati lahan yang luasnya hampir 7,5 Hektar kondisi lingkungannya masih tergolong alami.

Kondisi yang ada tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menunjang program pembinaan kemandirian seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.
Selain itu, atas inovasi dan kreatifitas dari petugas Lapas Terbuka, juga dilakukan budidaya lebah klanceng untuk menambah wawasan dan ketrampilan bagi warga binaan.

Lebah Klanceng dengan naman latin Trigona Leavicep memiliki ciri-ciri yaitu ukurannya lebih kecil daripada lalat, warnanya hitam, dan kakinya berbulu.
Dipilihnya lebah Klanceng karena pemeliharaannya tergolong lebih mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas juga.

Sebelum melaksanakan budidaya Lebah Klanceng tersebut adapun yang sudah disiapkannya Lapas Terbuka Kendal telah menyiapkan sarang dan vegetasi lebah.
Sarang Lebah Klanceng berbentuk kotak persegi panjang dengan lebar 15 cm, panjang 35 cm dan tinggi 15 cm, yang terbuat dari kayu dimana di salah satu didunya dibuat lubang untuk keluar masuk lebah sedangkan bagian atasnya diberikan plastik yang digunakan untuk mengontrol perkembangan lebah.

Kemudian persiapan vegetasi memerlukan 3 unsur diantaranya menghasilkan nektar, serbuk sari, dan getah. Serbuk sari sebagai makanan klanceng sedangkan getah untuk pembuatan sarang. Vegetasi yang sudah dibudidayakan antara lain Air Mata Pengantin, jambu air, dan belimbing.

Madu Lebah Klanceng produksi WBP Lapas Terbuka Kendal. (Dok. foto:IST).

Lebah madu Klanceng yang dibudidayakan Lapas Terbuka berjumlah 20 kotak sarang untuk satu kotak sarang terdapat 1 ratu lebah dan koloni. Apabila dalam kotak sarang terdapat ratu lain maka salah satu ratu akan dipindahkan ke kotak sarang lain yang baru. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi perpecahan antar koloni yang dapat mengganggu perkembangan lebah.

Pemanenan madu tersebut dilaksanakan setelah 4-6 bulan pemeliharaan, satu kotak sarang tersebut menghasilkan madu minimal 150 ml per botol.

Staff Kegiatan Kerja, Charandhi Mahendra, menyampaikan bahwa budidaya ini selain memanfaatkan lahan di dalam lapas, juga menambah ilmu dan keterampilan baru budidaya lebah klanceng bagi warga binaan.

“Inovasi, kreatifitas kegiatan pembinaan budidaya lebah klanceng ini disesuaikan kondisi tumbuhan yang sudah ada di sekitar dan memiliki pemeliharaan mudah selama tanaman pendukung terpelihara”, kata Charandhi, Senin (26/9/2022).

Lebah klanceng ini, lanjut Charandhi, juga dapat dibudidayakan pada sektor rumahan. Sehingga warga binaan yang kelak bebas bisa membudidayakan sendiri kegitan usaha karena tidak memerlukan lahan yang luas dan yang terpenting vegetasinya memenuhi 3 unsur tersebut.

Sementara itu, Kasi Bimnadik, Jonet Darmawan Adi, mengatakan bahwa inovasi kegiatan kemandirian ini sangatlah luar biasa karena budidaya lebah klanceng tidak sulit dan madunya juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

“Setelah bebas, Warga Binaan dapat melaksanakan budidaya Lebah Klanceng sendiri dan ilmu yang mereka peroleh dari Lapas Terbuka juga akan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya”, pungkas Jonet. (*17).

  • Share
Exit mobile version