Ketua Forum Budaya Mataram: Perobohan Bekas Benteng Karaton Kartasura Harus Diusut Tuntas

  • Share
banner 468x60

SUKOHARJO, MEDGO.ID – Perobohan tembok benteng peninggalan Keraton Kartasura yang terletak di Kampung Krapyak Kulon, Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa tengah, dengan menggunakan alat berat yang dilakukan oleh seorang warga Pucangan Kartasura, bernama MKB (45 tahun), pada Kamis (21/4/2022) pukul 15.30 WIB, dengan maksud akan dibangun rumah kos-kosan.

Perobohan tembok benteng Keraton Kartosuro dengan tebal dua meter dan tinggi 3,25 meter sepanjang 6,5 meter, yang merupakan benda cagar budaya tersebut, mendapatkan reaksi keras dari kerabat Keraton Kasunanan Surakarta maupun dari para budayanan.

Reaksi keras datang dari Ketua Forum Budaya Mataram (FBM), Dr. BRM Kusumo Putro SH, MH, dalam keterangan tertulisnya kepada medgo.id, Sabtu (7/5/2022), yang menyatakan bahwa kepada yang berwenang seperti Bupati Sukoharjo dan Gubernur Jawa Tengah, agar insiden perobohan tembok bekas benteng Keraton Kartosura diusut hingga tuntas.

“Tembok benteng itu merupakan sisa-sisa puing dari Keraton Plered yang rusak, peninggalan dari Sultan Amangkurat II yang merupakan kota Kesultanan Mataram tahun 1680-1745”, kata BRM Kusumo.


Selain pelakunya, imbuh BRM Kusomo Putro, Bupati Sukoharjo juga saya minta untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo.

“Tidak hanya itu, saya meminta agar Gubernur Jawa Tengah juga mencopot Kepala Disdikbud Jawa Tengah, dan meminta Mendikbudristek untuk mencopot Kepala BPCB Jateng dan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan”, tandas Kusumo.

Menurut Kusumo, mereka semua yang berwenang telah lalai dan abai dalam melaksakan tugas dan kewajibannya untuk melindungi cagar budaya yang berada di bawah kewenangannya.

“Tugas Kepala Disdikbud Sukoharjo bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah yang mempunyai tugas memimpin bidang kebudayaan dan pariwisata. Dalam hal ini Sekda juga memilki tugas pembantuan bidang kebudayaan dan pariwisata berdasarkan laporan Kepala Disdikbud. Sedangkan tugas dari Dirjen Kebudayaan adalah menyeleggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kebudayaan seperti kesenian, tradisi, sejarah, cagar budaya, permuseuman dan warisan budaya. Sementara itu, tugas dari BPCB Jawa Tengah adalah melaksanakan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya dan Obyek Yang Diduga Cagar Budaya (ODCB) di wilayah kerjanya”, papar Kusumo.

 

Terkait dengan hal tersebut, lanjut Kusumo, kami atas nama Yayasan FBM dan Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia ( DPPSBI ), meminta Mabes Polri, Polda Jateng, dan Kejagung, untuk turun tangan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendalam. Tidak hanya terhadap para pelaku pengrusakan, namun juga menyasar pejabat yang bertanggung jawab dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.

“Terjadinya pengrusakan atau penjebolan tembok bekas Keraton Kartasura yang dibangun pada tahun 1680 atau berusia 342 tahun itu, merupakan sebuah bencana kebudayaan”, ujarnya.

Penyelidikan menyeluruh dimaksud juga diminta menyasar kepada pejabat di kantor ATR / BPN Sukoharjo, lantaran lahan dan beteng bekas beteng keraton itu diperjualbelikan, dibuktikan dengan terbitnya sertifikat hak milik.

“Kami meminta apabila dalam penyelidikan dan pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka semua harus diproses sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia”, sambungnya.

Ditambahkannya, penegakan hukum sangat penting dilakukan untuk pembuktian adanya perhatian serius dari pemerintah dalam upayanya melindungi cagar budaya milik bangsa Indonesia. Dengan nilai sejarah yang sangat tinggi dan tak ternilai harganya itu maka keberadaannya harus dilindungi sebagai warisan anak bangsa dari generasi ke generasi berikutnya. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *