Ketua DPPSBI : Klaim Malaysia Atas Seni Budaya Reog Adalah Bencana Budaya

  • Share

SURAKARTA, MEDGO.ID – Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) dan Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) Dr.BRM.Kusumo Putro SH.MH, dalam keterangan tertulisnya kepada medgo.id Selasa (12/4/2022) malam, memberikan tanggapannya atas klaim Malaysia terhadap kesenian Reog Ponorogo sebagai budaya asli Malaysia.

BRM Kusumo Putro memaparkan bahwa pada tanggal 18 Februari 2022 Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengumumkan hasil seleksi WBTb Indonesia diusulkan dalam daftar ICH UNESCO.

\

Berdasarkan Lokakarya Pengusulan ICH UNESCO tanggal 15-16 Februari 2022, lanjut Kusumo, Tim Penilai yang terdiri atas Tim Juri dan Tim Direktorat Jenderal Kebudayaan, memberikan rekomendasi usulan WBTb Indonesia untuk diajukan ke dalam Daftar ICH-UNESCO adalah: 1. Tempe, 2. Reog Ponorogo, 3. Budaya Sehat Jamu, 4. Ulos, 5. Tenun Ikat Sumba Timur, 6. Kolintang.

Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) dan Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) Dr.BRM.Kusumo Putro SH.MH. (Dok. foto: Kusumo).

“Tim Pengusul Reog Ponorogo telah menyerahkan Format Nominasi disertai kelengkapannya sesuai dengan persyaratan kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan paling lambat 14 Maret 2022. Setelah dilakukan penilaian terhadap Format Nominasi maka Tim Penilai yang terdiri atas Tim Juri dan Tim Direktorat Jenderal Kebudayaan memberikan rekomendasi usulan WBTb Indonesia untuk diajukan ke dalam Daftar ICH-UNESCO adalah REOG PONOROGO”, kata Kusumo.

Namun dalam perjalannya, imbuh Kusumo, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, melakukan intervensi sepihak dan tidak memperhatikan rekomendasi Tim Penilai dengan memilih Budaya Sehat Jamu untuk diajukan dalam daftar ICH-UNESCO.

“Di saat Pemerintah Malaysia berencana mengklaim dan mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Pemerintah Indonesia terkesan abai dengan tidak memasukkan kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO. Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo dikalahkan oleh jamu”, tandas Kusumo.

Seharusnya, tegas Kusumo, pemerintah bisa bertindak cepat karena kesenian Reog Ponorogo adalah budaya peninggalan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya.

“Reog adalah kesenian asli Indonesia, ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah Indonesia agar tidak memandang sebelah mata atas seni budaya tak benda asli Indonesia”, pungkas Kusumo. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *