Ketua Dekranasda Kendal: Pelaku UMKM Harus Berani Membuat Produk Yang Disukai Konsumen

  • Share
banner 468x60

KENDAL, MEDGO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengadakan kegiatan sosialisasi implementasi perizinan berusaha melalui penguatan UMKM dan program kemitraan pelaku usaha dalam rangka menunjang perekonomian daerah, Kamis (31/1/2022), di Hotel Sae In Kendal.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Kendal, dibuka secara resmi oleh Kepala DPMPTSP Kendal, Anang Widiasmoro, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kendal, Wynne Frederica, serta Deputi Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Firdaus Muttaqin.

Pada kesempatan itu, Kepala DPMPTSP Kendal mengatakan bahwa sektor UMKM memiliki peran yang besar dalam memacu pertumbuhan ekonomi, dan membuka lapangan pekerjaan, serta sangat potensial dalam menggerakan perekonomian, sekalipun diterjang pandemi UMKM tetap dan mampu bertahan.

‘”DPMPTSP dalam upayanya meningkatkan UMKM Kendal, telah bekerja sama dengan Bank Indonesia”, ujar Widiasmoro.

Sementara, itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kendal, Wynne Frederica, menyampaikan bahwa dari kegiatan Inacraft 2022 di Jakarta yang dikuti oleh Dekranasda Kendal, dari hasil pengamatan terhadap pelaku dan produk UMKM dari seluruh Indonesia, maka ada beberapa informasi yang didapat dari kegiatan tersebut.

“Potensi kita ada tapi yang perlu kita evaluasi dari pelaku UMKM Kabupaten Kendal adalah ketersediaan dan kwalitas Sumber Daya Manusia atau SDM”, kata Wynne.

Lebih lanjut Wynne menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kwalitas SDM yang akan dilakukan adalah memberikan pelatihan, dan memberikan sebuah tempat bagi pelaku UMKM sebagai sarana atau forum untuk berdiskusi.

Terkait dengan produk, Wynne mengatakan bahwa para pelaku UMKM Kendal harus berani berinovasi. Para pelaku UMKM harus memahami selera pasar atau konsumen. Selain itu, juga harus berani membuat produk apa yang orang suka, tidak hanya apa yang orang butuh.

“Kalau orang suka dengan produk kita maka mereka pasti akan membelinya”, kata Wynne.

Untuk produk unggulan UMKM Kendal, Wynne menandaskan bahwa masih fokus pada produk batik ditambah dengan lima produk yang akan digarap.

“Yang lebih penting lagi adalah produk UMKM Kendal harus memiliki karakter yang kuat. Desain dan produk harus benar-benar dikonsep secara matang”, tegas Wynne.

Sementara Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Firdaus Muttaqin mengatakan, jika Bank Indonesia sebagai Bank Sentral berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk terus meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian.

“Bank Indonesia sendiri berusaha untuk membantu perkembangan UMKM. CSR yang kami berikan lebih mengarah kepada alat produksi dan pelatihan, tapi tidak untuk perorangan melainkan kelompok”, jelas Firdaus .

Pihak BI juga terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan UMKM, mulai dari UMKM tingkat bawah akan dibina untuk menjadi UMKM unggulan. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *