Kenaikan Harga BBM Memicu Gejolak Di Bidang Transportasi Umum

  • Share

Batang, medgo.id – Para supir bus angkutan umum Di Batang, Jawa Tengah, menuntut agar dilakukan penyesuaian tarif angkutan umum sementara dengan melakukan aksi penurunan penumpangnya di tengah perjalanan.

Tuntutan dari para supir bus tersebut dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dari Rp. 5.150 menjadi Rp. 6.800/liter atau naik 32,0 persen dan Pertalite dari Rp. 7.650 menjadi Rp. 10.000/liter atau naik 30,7 persen, serta BBM non subsidi Pertamax dari Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500/liter atau naik 16 persen.
Kenaikan harga BBM secara otomatis biaya operasional angkutan juga semakin besar.

Terkait aksi para supir bus tersebut, Plt Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, Dwi Iriyanto, Kamis (8/9/2022), mengatakan bahwa Dishub Kabupaten Batang langsung menerjunkan 4 unit mobil dinas dan 2 unit mobil bantuan dari Satlantas Polres Batang untuk mengangkut para penumpang.


“Kasihan para penumpang yang diturunkan di jalan pantura di depan kantor Dishub Batang. Apalagi mereka tidak tahu apa-apa jika ada aksi ini. Seperti tadi ada rombongan yang ingin menengok saudara yang sakit di Rumah Sakit akhirnya tidak jadi karena diturunkan di jalan dan anak sekolah pulang”, kata Dwi.

Lebih lanjut Dwi mengatakan bahwa setelah dilakukan musyawarah antara perwakilan konsumen bus dengan sopir bus, maka kenaikan tarif sementara bus angkutan umum diputuskan dan disepakati sebesar Rp. 1.000 hingga Rp. 2.000.

“Pemberlakuan tarif sementara angkutan umum berlaku hari ini Kamis 8 September 2022, karena kedua pihak sudah melakukan penandatanganan dalam buku acara laporan”, pungkas Ka Dishub Batang. (*17).

  • Share
Exit mobile version