Kejari Surakarta Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

  • Share

SURAKARTA, MEDGO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta Jawa Tengah, melakukan pemusnahan barang bukti seperti sabu dan ganja kering dari 108 perkara yang sudah mempunyai keputusan hukum tetap (inkrah) oleh pengadilan, Jum’at (27/11/2020). Pemusnahan ratusan barang bukti tersebut dilakukan di halaman kantor Kejari Surakarta.

Para pejabat yang turut memusnahkan barang bukti antara Kepala Kejari Surakarta Nanang Gunaryanto, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, dan Komandan Kodim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji.

\

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan terdiri dari 256 gram sabu, empat pil ekstasi, tiga butir psikotropika, dan 113 gram ganja kering. Selain itu ada juga 15 unit timbangan, 25 alat bong, dan 59 unit handphone.

Pemusnahan barang bukti narkoba. (Dok. foto: Humas Kejari)

“Ini merupakan agenda pemusnahan barang bukti periode kedua, barang bukti mulai dari bulan Maret sampai Oktober 2020. Pemusnahannya dilakukan dengan tiga cara yaitu untuk narkotika dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam alkohol, semtata barang bukti seperti handphone dan tas dimusnahkan dengan cara dihancurkan dan dibakar”, papar Nanang. Seperti dikutip dari RRI.co.id

Barang yang musnahakan, lanjut Nanang, adalah dari 108 perkara dari bulan Maret hingga Oktobe 2020, yang terdiri atas 105 perkara narkotika, satu perkara UU ITE, satu perkara UU kesehatan, dan satu perkara pengeroyokan.

Nanang menyampaikan, dari barang bukti yang ada, kasus narkotika yang paling banyak. Hal ini menunjukan narkotika masih menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Untuk itu perlu adanya sinergitas antar element masyarakat maupun pemangku kepentingan dalam memberantas penyalagunaan narkotika di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta FX Hady Rudyatmo mengapresisasi langkah pemusnahan barang bukti tersebut, khususnya narkoba. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap peredaran narkoba. Pasalnya, narkoba merupakan perampok masa depan generasi muda, terlebih saat ini penyalahgunaan barang terlarang di Kota Surakarta itu cukup tinggi.

“Pemusnahan ini perlu terus dimunculkan dan yang namanya narkotika itu adalah perampok masa depan generasi muda. Lebih baik menjauh dari narkoba, daripada mendekat, karena kalo mendekat yang jadi korban itu satu keluarga kok,” tegasnya.

Rudy sapaan akrabnya mengaku bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan BNN dalam menanggulangi peredaaran narkoba. Dimana hasil kerja sama itu melahirkan pembentukan kampung antinarkoba.

“Di setiap RW sudah kita buat kampung anti narkoba dengan nama macem-macem”, tandas Rudy. (AD1).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *