Kapolda Jateng Tinjau Tenda Pengungsian Di Pojoksari

  • Share

KAB. SEMARANG, MEDGO.ID – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, meninjau tenda pengungsian di lingkungan Rawa Bajul, Kelurahan Pojoksari, Ambarawa, Senin (25/10/2021) siang.

Seperti kita ketahui, gempa bumi swarm telah mengguncang wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang meliputi wilayah Kecamatan Banyubiru, Bawen, dan Ambarawa, pada Sabtu (23/10/2021) hingga Minggu (24/10/2021), gempa tersebut terjadi sejak pagi dini hari pukul 00.32.05 hingga pukul 21:11:48 WIB.

\

Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat sering dan relatif lama di suatu kawasan, yang disebabkan oleh proses kegunungapian atau aktivitas vulkanik.

Peninjuan Kapolda Jawa Tengah tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dan kerusakan harta benda yang berat, akibat gempa bumi swarm yang terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, yang terjadi sejak Sabtu (23/10/2021) hingga Minggu (24/10/2021).

Seusai melakukan peninjauan, Irjen pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Masyarakat yang mengungsi ke tenda pengungsian hanya trauma.

“Dari delapan kecamatan yang merasakan getaran gempa, ada tiga titik yang relatif cukup kuat. Salah satunya, di Kelurahan Pojok Sari. Di mana, ada sekitar 200 orang warga, termasuk 80 orang anak-anak yang memilih tinggal di tenda pengungsian”, kata Kapolda.

Meskipun berdampak tidak parah, lanjut kapolda, pihaknya telah menyiapkan dapur umum yang siap digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, kapolda juga menyerahkan bantuan bagi korban gempa yang tinggal di tenda pengungsian.

lBupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang juga berada di lokasi, mengatakan bahwa pihaknya akan akan menyiapkan logistik yang dibutuhkan oleh warga.

“Dapur umum akan didirikan dan yang memasak nantinya ibu-ibu warga setempat”, tutur Ngesti.

Sementara itu, Perwakilan dari BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto menjelaskan bahwa sampai dengan hari Senin (25/10/2021) pukul 05.00 WIB, telah terjadi 34 kali gempa bumi, dengan kekuatan tertinggi tercatat magnitude 3.2.

“Kami akan menempatkan alat deteksi gempa di 30 titik untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya gempa lagi,” terangnya.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan sekitar 3.0 magnitudo melanda sebagian wilayah Ambarawa, Banyubiru, Jambu, dan sekitarnya. Akibat gempa bumi tersebut, dinding rumah milik puluhan warga mengalami retak. Sebagian warga yang panik memilih tidur di luar rumah.

Data dari BPBD Kabupaten Semarang, akibat gempa yang terjadi beruntun sejak Sabtu lalu, telah mengakibatkan 30 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Kerusakan rumah tinggal itu terjadi di Bawen, Ambarawa, Jambu, dan Banyubiru. Selain itu ada bagian bangunan di RSUD Goenawan Mangunkusumo yang mengalami retak.
Kondisi yang sama juga ditemukan di bangunan SMPN 3 Ambarawa dan Rumah Dayung Bukit Cinta Banyubiru. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *