Kalapas Terbuka IIB Kendal Serahkan SK Remisi Pada 32 Orang Warga Binaan

  • Share
banner 468x60

KENDAL, MEDGO.ID – Bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah atau 2 Mei 2022, sebanyak 32 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal, Jawa Tengah, menerima remisi atau pengurangan masa tahanan dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Menkumham RI, Yasonna Laoly, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kalapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy, mengatakan bahwa remisi adalah pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, sebagai bentuk dari penerapan dan pelaksanaan hak asasi manusia.

“Remisi merupakan bagian dari hak warga binaan yang harus dihormati. Pemberian remisi tidak hanya dimakani sebagai pemberian hak terhadap warga binaan tetapi sebagai bentuk apreasiasi atau penghargaan negara terhadap warga binaan karena telah berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan”, terang Yasonna, Senin (2/5/2022).

Menurut Menkumhan RI, pemberian remisi ini bukan kebijakan yang hanya diprakarsai oleh Kemenkumham, tetapi juga merupakan rekomendasi dari PBB, Komnas HAM dan lembaga HAM di dunia. Remisi juga tidak hanya dilaksanakan oleh sistem penjara di Indonesia tetapi juga penjara di seluruh dunia. Namun demikian, dalam pelaksanaan pemberian remisi ini Menteri menegaskan adanya prinsip kehati-hatian dan bebas biaya.

“Pemberian remisi diselenggarakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan bebas dari biaya”, tandas Yasonna.


Surat Keputusan Menkumham, tentang Pemberian Remisi Khusus, diserahkan secara simbolis oleh Kalapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy, kepada dua orang warga binaan.

“Pemberian remisi kepada para warga binaan tersebut, karena memang mereka berhak memperoleh remisi hari raya Idul Fitri dan telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”, kata Rusdedy.

Lebih lanjut, Rusdedy menerangkan bahwa dari 32 warga binaan Lapas Terbuka Kendal tersebut, ada empat orang yang memperoleh pengurangan masa tahanan selama 15 hari, 24 orang mendapat remisi satu bulan dan satu orang mendapatkan remisi 1,5 bulan.

Rusdedy menambahkan bahwa remisi merupakan salah satu sarana penting untuk mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan dengan membentuk narapidana menjadi manusia yang sadar akan kesalahannya dan taat kepada hukum.

“Pemberian remisi hari raya ini bertujuan untuk memotivasi para warga binaan supaya berkelakuan lebih baik. Sehingga siap berbaur dengan masyarakat saat sudah bebas nanti”, tandas Kalapas.

Sementara itu, salah seorang warga binaan yang mendapatkan remisi satu bulan, Nur Cholid, mengaku sangat senang dirunya mendapatkan Remisi di lebaran tahun 2022 ini.

“Alhamdulillah saya mendapatkan remisi satu bulan. Saya akan terus berkelakuan baik selama di Lapas Terbuka Kendal ini, sehingga bisa cepat bebas dan kembali ke masyarakat”, ungkapnya.

Sebelumnya, dalam ceramah usai salat ied, Kiai Mas’ud, menyampaikan tauladan Rasulullah SAW yang berani mengakui kesalahan dan memaafkan kepada orang-orang yang berlaku aniaya terhadap beliau.

“Beliau (Rasulullah SAW) akan selalu memaafkan orang-orang yang berbuat dhalim atau salah kepadanya. Sedangkan kepada orang yang pernah tanpa sengaja disakiti, tanpa sungkan dan malu beliau meminta maaf, bahkan mendoakan supaya orang yang merasa sakit hati kepada beliau, akan didoakan sempga jadi ahli surga,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah Kalapas dan para pejabat Lapas Terbuka Kendal serta para warga binaan, sambil menyantap hidangan opor lontong bersama. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *