Ibu Hamil Alami KEK Dapat Fasilitas Gratis Periksa Kandungan

  • Share
banner 468x60

KENDAL, MEDGO.ID – Bertempat di aula rumah dinas Bupati Kendal, Jawa Tengah, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, BAZNAS Kendal dan Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal, Kamis (31/3/2022).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica, yang juga merupakan istri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Kamis (31/1/2022 sore, mengatakan bahwa penandatanganan MoU tersebut terkait erat dengan program pemeriksaan terhadap ibu hamil yang mengalami Kondisi Energi Kronis (KEK), sebagai upaya pencegahan dan penanganan Stunting yang terjadi di Kabupaten Kendal.

Stunting didefinisikan sebagai sebuah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak, dimana kondisi tersebut dapat berefek jangka panjang bahkan hingga lanjut usia.
Kekurangan gizi sejak dalam kandungan mengakibatkan pertumbuhan otak dan organ lain terganggu, yang mengakibatkan anak lebih berisiko terkena diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
Pertumbuhan otak yang tak maksimal juga menyulitkan anak bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kelak.

Perihal kasus stunting, Wynne menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Kendal menyentuh diangka dua digit, tepatnya sebesar 15 persen.
Namun Wynne tidak menyebutkan berapa jumlah balita secara keseluruhan yang mengalami stunting.


“Angka 15 persen tersebut adalah angka riil yang terjadi di lapangan. Jika kemarin ada data yang menyebutkan bahwa angka penderita stunting di Kabupaten Kendal hanya 8 persen, maka data itu tidak benar adanya”, tandas Wynne.

Angka stunting 15 persen, lanjut Wynne, diperoleh dari pendataan langsung yang dilakukan dari kegiatan penimbangan berat badan balita di posyandu di 20 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal.

“Pada penimbangan berat badan, balita tidak boleh mengenakan pakaian atau apapun, sehingga benar-benar didapat data berat badan yang sesungguhnya”, tegas Wynne.

lebih lanjut Wynne menyampaikan bahwa kasus stunting dapat terjadi tidak hanya setelah bayi dilahirkan akan tetapi bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi saat masa kehamilan.

“Memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan masih menjadi suatu hal yang prestis atau suatu hal yang mewah bagi sebagian besar masyarakat Kendal”, pungkas Wynne Frederica.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal, dr. Suhadi, mengatakan bahwa tujuan dari MoU yang dilakukan dengan TP PKK Kabupaten Kendal, salah satunya adalah memberikan fasilitas gratis kepada ibu hamil yang menderita Kondisi Energi Kronis untuk memeriksakan kandungannya agar kasus stunting bisa dicegah sejak bayi masih dalam kandungan.

“Untuk pemberian fasilitas periksa kandungan gratis, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi diantaranya adalah fakir miskin. Pendataan terkait dengan ketentuan tersebut, akan dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kendal. Selanjutnya data ibu hamil yang sesuai ketentuan diberikan kepada pihak RS Islam Muhmmadiyah, untuk ditindaklajuti “, kata dr. Suhadi.

Sementara itu, terkait dengan biaya yang timbul, Syamsul Huda selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal, memaparkan bahwa jika dari dari hasil pemeriksaan kehamilan yang dilakukan semisal berat janin kurang dari berat yang sesuai dengan umur kehamilan, maka terhadap ibu hamil yang bersangkutan akan diperiksa untuk menentukan tindakan lebih intens.

“Biaya yang timbul dalam penanganan terhadap ibu hamil menjadi tanggungjawab BAZNAS Kabupaten Kendal”, tukas Syamsul.

Ditanya apa saja syarat yang menjadi tolok ukur bagi ibu hamil yang mengalami KEK, untuk bisa mendapatkan fasilitas periksa gratis, Syamsul menjawab, bahwa syaratnya antara lain orang fakir, miskin, amil, dan mu’allaf. (*).
Pewarta:Adang.

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *