Gunung Dieng Di Level Waspada BPBD Batang Siapkan Empat Titik Evakuasi

  • Share

Batang, medgo.id – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, dalam siaran persnya tanggal 14 Januari 2023 menyatakan bahwa berdasarkan dari hasil evaluasi secara menyeluruh maka terhitung mulai tanggal 13 Januari 2023 pukul 23:00 WIB tingkat aktivitas G.Dieng dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level Il (Waspada).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, Senin (16/1/2023), mengatakan bahwa terkait dengan hal tersebut dan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan aktivitas vulkanisme Gunung Dieng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah menyiapkan empat titik evakuasi bagi warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang dan Desa Gerlang, Kecamatan Blado.

\

“Dua desa tersebut berpotensi terimbas secara langsung naiknya aktivitas vulkanisme tersebut. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung api Dieng naik dari level I menjadi level II atau status waspada”, terang Ulul.

Lebih lanjut Ulul menuturkan bahwa pemukiman warga Desa Pranten dan Gerlang itu sangat dekat dengan kawah dan dapur magma. Kalau di Desa Pranten, pemukiman warga Dukuh Rejosari berdampingan dengan kawah.
Wilayah Desa Pranten, imbuh Ulul, juga dekat dengan Kawah Sileri dan Desa Gerlang dekat dengan Kawah Timbang oleha karenanya itu BPBD Batang ikut mewaspadai kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Di daerah Gerlang itu diwaspadai terdapat potensi gas beracun. Sementara di Pranten ada potensi letusan freatik”, tandas Ulul.

Ulul Azmi menyebutkan, BPBD sudah memasang papan penunjuk arah untuk jalur evakuasi. Ada empat titik pengungsian disiapkan, di Desa Gerlang ada di lapangan desa setempat dan di Kayuabang, sebuah dukuh di wilayah paling bawah.
Sementara itu, di Pranten titik evakuasi ada di lapangan Dwarawati dan dekat Candi Dwarawati, Kabupaten Banjarnegara.

“Yang kita waspadai adalah titik-titik dekat pemukiman. Kita selalu memantau perkembangan gunung api Dieng setiap hari”, tandas Ulul.

Lebih jauh Ulul menuturkan bahwa Gunung Dieng adalah gunung purba yang pernah meletus hebat di sekitar tahun 800 sampai 900 masehi.

“Gunung Dieng pernah erupsi pada tahun 1939, 1944, 1979, dan 2009. Pada tahun 1939, erupsi freatik terjadi yang mengakibatkan retakan membentuk lereng dan menghasilkan pancaran lumpur. Sementara itu tahun 1979, muncul gas beracun di Kawah Sinila yang menewaskan 149 orang. Selanjutnya erupsi juga terjadi pada tahun 1943, 1939, 1928, 1883-84, 1847, 1826, 1825, 1786, 1776, dan 1375″, pungkas Ulul. (*17).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *