Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tegaskan Tidak Ada Kampanye Terbuka

  • Share
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (Foto : Humas Pemprov Jateng)
banner 468x60

SEMARANG, MEDGO.ID – Pilkada serentak tahun 2020 telah memasuki tahapan kampanye. Dalam rapat antara Gubernur Jawa Tengah dengan KPU, Bawaslu dan instansi terkait di Gradhika Bhakti Praja, diputuskan dalam Pilkada 2020 dilarang adanya kampanye terbuka.

Hal ini disampaikan pada Senin (28/9/2020), Ganjar Pranowo mengatakan bahwa seperti yang disampaikan oleh KPU dan Bawaslu, para calon Bupati dan Wakil Bupati serta calon Walikota dan Wakil Walikota, dilarang menyelenggarakan kampanye terbuka. Jadi jika ada pasangan calon yang melanggar maka akan diberikan sanksi secara tegas.

“Disini saya tegaskan tidak ada kampanye terbuka. Yang diperbolehkan adalah kampanye tertutup dimana yang mengikuti paling banyak 50 orang. Jadi saya harap aturan ini betul-betul dilaksanakan,” kata Ganjar usai rapat.

Meskipun diperbolehkan untuk menggelar rapat tertutup, Ganjar mengingatkan tentang masukan para pakar kesehatan pada rapat tersebut. Menurutnya, pertemuan terbatas dengan 50 orang di tempat tertutup itu juga memiliki resiko cukup besar.

“Tadi disampaikan oleh pakar dengan jelas bahwa meski rapat terbatas tapi harus tetap hati-hati. Mereka yang usianya di atas 50 tahun memiliki komorbid, ibu hamil dan beberapa lainnya juga memiliki resiko yang tinggi. Jangan sampai terjadi sesuatu yang akan membahayakan. Jadi, kami berharap semuanya dipatuhi demi menata Jawa Tengah lebih baik lagi”, tukas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Subkhi mengatakan, larangan menggelar kampanye terbuka dibahas dalam PKPU nomor 13 tahun 2020. Dalam peraturan itu, paslon dilarang menggelar pertemuan terbuka.

Jika ada pelanggaran, Bawaslu memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan. Tindakan yang diambil adalah pencegahan, teguran tertulis dan pembubaran kegiatan.

“Nanti kami akan dibantu penuh oleh aparat kepolisian dalam upaya penindakan pelanggaran protokol kesehatan ini, kami akan betul-betul melakukan pengawasan serius,” jelas Fajar.

Fajar mengungkapkan hingga saat ini belum banyak laporan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon kepala daerah di Jawa Tengah. Hanya ada satu laporan dari Kabupaten Pekalongan, dimana ada salah satu pasangan calon yang hendak melakukan konvoi dan enggan dibubarkan namun hal tersebut dapat diatasi dengan dengan membubarkan acara itu.

Semanta itu, Kapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pihaknya siap membackup penuh KPU dan Bawaslu dalam pengawasan terhadap pelanggaran protokol kesehatan saat Pilkada Serentak 2020.

“Kami akan membackup penuh, karena ini sesuai Maklumat Kapolri kepada jajaran kepolisian, salah satunya yaitu pengawasan protokol kesehatan pada pelaksanaan Pemilu,” ucapnya. (*/AD1).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *