Gelapkan Motor MR dan AS Dicokok Polisi

  • Share

DEMAK, MEDGO.ID – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Demak, Polda Jawa Tengah, mengamankan seorang laki-laki berinisial MR (37 tahun), warga Kabupaten Kudus dan AS (15 tahun), yang masih berstatus sebagai pelajar, warga Kabupaten Jepara, karena melakukan penggelapan sepeda motor dan handphone,

Ketua tersangka diduga telah melakukan penggelapan dan atau penipuan di depan Masjid Baitul Mutaqin, Desa Sarirejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kejadian tersebut bermula, Kamis (10/2/2022), saat korban Tamimul Huda (14 tahun), seorang pelajar warga Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, sedang berteduh di emperan toko bertemu dengan pelaku. Yang kemudian pelaku dan korban saling berkenalan dan bertukar nomor HP. Setelah itu, pelaku menjanjikan akan memberi kaos secara gratis kepada korban.

Setelah saling kenal, kemudian pada Minggu 13 Februari 2022, pelaku mengajak korban untuk bertemu untuk memberi kaos yang dijanjikan. Setelah itu kedua pelaku mengajak korban muter-muter hingga berhenti di Masjid Baitul Mutaqin

Demikian yang disampaikan oleh Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, saat konferensi pers di Mapolres Demak, Jum’at (4/3/2022).

Lebih lanjut, Kapolres Demak mengatakan bahwa tersangka AS kemudian meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk membeli minuman. Setelah itu tersangka MR meminjam HP korban dan membawanya pergi dengan dalih meminta hotspot untuk menghubungi tersangka AS.

“Setelah di tunggu hampir satu jam ternyata para pelaku tidak kunjung datang. Atas kejadian itu, korban bersama ayahnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Demak untuk di tindak lanjuti”, ungkap Kapolres Demak.

AKBP Budi menambahkan, dari hasil penyidikan petugas berhasil mengembangkan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah Kecamatan Gajah dengan pelaku yang sama.

Modus operandi tersangka berpura-pura membeli celana jeans yang di tawarkan korban Ahmad Irfan (15 tahun) warga Desa Dempet, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, selanjutnya tersangka mengajak korban ketemuan di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, pada Senin 7 Februari 2022.

“Berdasarkan penyidikan, para tersangka sebelumnya melakukan kejahatan Curas dengan cara pura-pura membeli dagangan korbannya. Setelah ketemuan, tersangka kemudian mengancam korban dengan celurit lalu membawa kabur motor dan HP milik korban,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, tersangka di jerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara dan Pasal 378 jo 372 tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan hukuman 4 Tahun penjara. (*).
Pewarta: Adang.

  • Share
Exit mobile version