Festival Blangkon Sebuah Upaya Nyata Lestarikan Budaya Jawa

  • Share

Surakarta, medgo.id – Festival Blangkon 2022 resmi digelar dari tanggal 9 hingga 11 September 2022 bertempat di Loji Gandrung Surakarta.

Tujuan digelarnya festival tersebut adalah untuk menarik generasi muda agar mencintai budaya Jawa dan sebagai sarana menambah daya tarik pariwisata.

\

Ada beberapa kisah yang menceritakan tentang sejarah dikenakannya blangkon di masyarakat Jawa.
Salah satu kisahnya, sejarah keberadaan blangkon dicetuskan oleh Ki Ageng Giring yang merupakan seorang sesepuh dari keluarga Keraton Mataram.
Pada zaman dahulu, para penyebar agama Islam yang memasuki tanah Jawa memiliki rambut panjang. Mereka enggan memotong rambut karena menganggap bahwa rambut merupakan anugerah-Nya sehingga akan mengingkari sang kuasa bila memotongnya.

Sementara itu di dalam budaya Jawa, tidak ada lelaki yang berambut panjang. Oleh karenanya Ki Ageng Giring mencetuskan untuk menutup rambut dengan ikat kepala. Seiring perkembangan zaman, ikat kepala atau iket ini pun berubah nama menjadi blangkon.
Mondolan atau bentuk bulat yang ada di belakang blangkon merupakan wujud ikatan rambut dari para penyebar Agama Islam.

Di Surakarta, mondolan tidak berbentuk bulat, melainkan sedikit gepeng karena para pengikut ajaran Islam di sana telah memotong rambutnya. Meskipun demikian mereka tetap memakai ikat kepala yang sudah menjadi budaya.

Di balik banyaknya kisah mengenai seluk beluk keberadaan blangkon di masyarakat Jawa, terlepas dari benar dan tidaknya, bahwasanya warisan budaya ini harus terus dijaga agar di kelak kemudian hari atau generasi yang akan datang masih bisa mengenal apa itu blangkon.


Festival Blangkon 2022, juga mendapatkan apresiasi dari Ketua Forum Budaya Mataram (FBM), Dr. BRM Kusumo Putro SH, MH.
Dalam keterangan tertulisnya kepada medgo.id, Jum’at (9/9/2022) malam, BRM Kusumo Putro menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Festival Blangkon 2022.

“Saya sangat mengapresiasi festival blangkon ini dan semoga bisa dijadikan sebagai event resmi tahunan Pemkot Surakarta”, kata Kusumo.

Dengan diselenggarakannya secara tahunan, lanjut Kusumo, akan mampu mengangkat keberadaan para pelaku UMKM di Kota Surakarta sehingga produknya akan semakin dikenal luas dan kesejahteraan mereka juga akan semakin meningkat.

“Selain itu, Festival Blangkon juga bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan blangkon sebagai bagian dari pakaian atau fashion tradisional dan budaya masyarakat Kota Surakarta ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh penjuru dunia”, pungkas Kusumo. (*17).

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *