Diduga Sunat Bansos Kades Gongseng Dipolisikan

  • Share

 

PEMALANG,MEDGO.ID – Belasan warga yang tergabung dalam Warga Peduli Gongseng (WPG) Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (Jamak) Pemalang, melaporkan oknum Perangkat Desa Gongseng dan Kepala Desa (Kades) Gongseng Kecamatan Randudongkal ke Unit ll Pidsus/ Tipikor Polres Pemalang, Senin (19/10/2020).

\

Pelaporan itu terkait dengan dugaan adanya pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang terdampak pandemi, seperti BLT DD, bantuan provinsi dan bantuan sosial lainnya. Pemotongan dana bantuan tersebut besarnya bervariasi yaitu di kisaran Rp. 100 ribu sampai Rp. 125 ribu.
Sementara itu, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada sebanyak 283 KK, sehingga nilai dana yang disunat mencapai Rp. 28,3 juta.

Terkait pungutan kepada penerima bantuan, salah seorang penerima bantuan sembako bernama DR warga RT 03/001 Desa Gongseng, mengatakan bahwa pada saat mengambil paket bantuan sembako di balai Desa Gongseng dirinya dipungut sebesar Rp. 100 ribu saat.

Sementara itu, Siswanto, selaku Ketua LSM JAMAK mengatakan, tujuan pendampingan pelaporan adalah sebagai bentuk wujud dukungan kepada masyarakat untuk berani melaporkan adanya indikasi dugaan adanya korupsi atau penyelewengan apapun.
“ Karena hal itu telah diatur dalam UU Republik Indonesia yang bertujuan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi”, kata Siswanto.

Sebelumnya WPG dan LSM JAMAK telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kantor Inspektorat Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gongseng Saryadi ketika diminta konfirmasinya melalui handphone, Rabu (21/10/2020), membantah adanya pemotongan dana BLT, dia mengatakan bahwa itu adalah sebagai sumbangan swadaya masyarakat untuk pembangunan pagar makam.

Dia juga mengaku telah mengembalikan dana tersebut kepada penerima bantuan pada hari Selasa 20 Oktober 2020, sesuai dengan apa yang disarankan oleh inspektorat. Dia mengaku telah mendapat telpon dari instansi tersebut setelah mendapat laporan dari warga.

Menurut pengakuan Saryadi semua warga Desa Gongseng menyetujui dan ikhlas menyumbangkan uang sebesar Ro. 100 ribu untuk pembangunan pagar makam dan seluruh perangkat juga menyumbang termasuk dirinya.

”Semuanya sama dipungut Rp. 100 ribu untuk pembangunan pagar makam, tidak lebih dari itu. Jadi kalau ada yang mengatakan sampai Rp. 125 ribu itu tdak benar,” tegas Saryadi. (*/FAH).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *