Dampak PPKM: DTW Bandungan Terpuruk, Villa Yang Ada Layaknya Rumah Hantu

  • Share

KAB. SEMARANG, MEDGO.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah menimbulkan dampak negatif bagi industri pariwisata.

Kawasan wisata Bandungan sebagai salah satu primadona pariwisata di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, saat ini sepi pengunjung. Puluhan villa yang ada di kawasan wisata tersebut tak ubahnya seperti rumah hantu.

Kawasan wisata Bandungan yang berada di lereng Gunung Ungaran itu, menjadi tempat favorit bagi masyarakat perkotaan untuk refreshing. Mereka yang datang tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tapi untuk menikmati kuliner, wisata edukatif, dan menikmati sejuknya hawa alam pegunungan.

Akan tetapi, gelombang pandemi yang melanda sejak 17 bulan yang lalu, bahkan belum tahu kapan akan berakhir, membuat hotel dan viila yang ada jadi terbengkalai, karena sepinya pengunjung yang menginap.
Alhasil, bukan hanya manajemen yang terpuruk, tetapi pekerja yang menggantungkan nasibnya di sektor wisata juga tak tentu nasibnya.

Purwanto, salah seorang Pekerja kebun di vila Panggung dan Cemara, mengaku bahwa setelah adanya PPKM Darurat rekan-rekan kerjanya mulai ada yang dirumahkan.

Purwanto menambahkan bahwa pengunjung vila hanya sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Pihak manajemen akhirnya memutuskan para pekerja yang merawat vila di pangkas 50 persen. Area resto yang bukapun, pengunjungnya juga dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas.

“Sebelum dihantam pandemi, villa yang berada satu atap dengan Umbul Sidomukti, tiap pekannya selalu ramai dan tidak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan, ketika memasuki libur panjang sampai menolak pengunjung. Di sini ada 15 villa, tapi sejak pandemi pengunjungnya hanya sekitar 5-7 orang”, kata Purwanto, Kamis (29/7/2021). Seperti dikutip dari rri.co.id.

Kini, kawasan wisata Bandungan dan Umbul Sidomukti belum diketahui bagaimana nasibnya. Para pekerja yang mengadu nasib dari sektor pariwisata berharap pemerintah segera memberi kelonggaran operasional terhadap obyek wisata, agar puluhan masyarakat bisa kembali beraktivitas kembali.(*).
Pewarta: Adang.

  • Share
Exit mobile version