Dampak Mengonsumsi Daging Anjing Pada Kesehatan

  • Share

Semarang, medgo.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengampanyekan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging anjing. Dimana kampanye tersebut juga melibatkan berbagai pihak anatara lain ulama atau pendakwah, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, serta penggiat dan pecinta anjing untuk melakukan kampanye dan mengedukasi masyarakat.

Akan tetapi ada problem yang dihadapi yaitu bagaimana caranya mengedukasi masyarakat, karena mereka yang mengonsumsi daging anjing bukan hanya sekadar makan, tetapi hal itu dianggapnya sebagai jamu.
Sehingga memerlukan upaya yang besar bagaimana caranya mengedukasi masyarakat.

\

Demikian yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam acara Dog Meat Free Indonesia (DMFI) International Veterinary Training, Senin (13/6/2022), di Hotel PO Semarang.

Menurut Sumarno, keterlibatan ulama memiliki peran yang penting untuk mencegah maraknya konsumsi perdagangan anjing di berbagai daerah, apalagi dalam hukum agama Islam mengonsumsi daging anjing hukumnya adalah haram.

“Kolaborasi antara ulama dengan DMFI sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi mengonsumsi daging anjing. Kita juga terus mendorong kabupaten dan kota yang belum intensif mengedukasi masyarakat”, kata Sumarno.

Kita ketahui, terang Sumarno, mengonsumsi daging anjing itu banyak resikonya. Penelitian secara ilmiah yang dilakukan menunjukkan bahwa daging anjing mengandung banyak bakteri dan virus yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bahaya mengonsumsi daging anjing
Undang-Undang No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan, pada Pasal (1) menyebutkan bahwa anjing tidak termasuk hewan yang bisa dikonsumsi karena bukan merupakan sumber hayati produk peternakan, pertanian dan sejenisnya.
Akan tetapi sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi daging anjing walau sudah ada larangan.

Yang perlu diketahui bahwa mengonsumsi daging anjing akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia, karena daging anjing memiliki kandungan natrium yang tinggi yang dapat memicu naiknya tekanan darah.
Selain itu, di dalam daging anjing terdapat berbagai macam bakteri berbahaya seperti E.Coli 107, Salmonella, Antraks, Hepatitis, Leptospirosis dan Trichinellosis.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang terdapat di urine atau darah hewan. Manusia yang terkena Leptospirosis mempunyai gejala demam tinggi, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot, mengigil, mata merah dan muntah.
Jika tidak segera mendapat penanganan, Leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, bahkan kematian.

Sedangkan bakteri Trichinellosis merupakan salah satu parasit yang terdapat pada tubuh anjing, dimana parasit ini dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *