BPOM RI Gandeng Komunitas Sebagai Penyuluh Kesehatan

  • Share

Semarang, medgo.id – Dalam upayanya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan obat-obatan, suplemen, dan kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan sebuah terobosan dengan melibatkan organisasi masyarakat dan organisasi profesi sebagai penyuluh dalam program Community Based Activity (CBA).

Terkait dengan hal tersebut, Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Senin (30/05/2022), menggelar acara BPOM Goes to Community Provinsi Jateng, di Gumaya Tower Hotel.

\

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM RI, Reri Indriani, mengatakan bahwa organisasi masyarakat dan organisasi profesi yang dilibatkan antara lain Karang Taruna, Pramuka, Fatayat NU, Muslimat NU, PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra Kirana, IDI, dan lain-lain.

“Kita membangun sinergitas lintas sektor untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, dari penyalahgunaan obat atau bahan berbahaya di dalam obat tradisional, suplemen kesehatan, maupun kosmetik. Apalagi pada masa pandemi dimana ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang mempromosikan obat dan suplemen secara overclaim. Mereka memanfaatkan momentum kenaikan kebutuhan masyarakat terhadap obat dan suplemen”, kata Reri.

Sekda Prov. Jawa Tengah, Sumarno. (Dok. foto:IST).

Berdasarkan penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional terhadap 1.524 responden, terang Reri, disimpulkan ada sebanyak 79 persen masyarakat mengonsumsi jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Lebih lanjut Reri menyampaikan bahwa meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk jamu dan suplemen kesehatan di masa pandemi, memunculkan klaim yang menyesatkan dan berlebihan. Seperti jamu atau herbal yang dapat menyembuhkan Covid dan membunuh Covid.

“Maka dari itu, peran serta pemerintah dan masyarakat dalam sisi pengawasan obat dan makanan, sangat penting dalam meningkatkan indeks kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman terhadap kesehatan. Partisipasi masyarakat di bidang kesehatan akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah, pemilihan dan pengambilan keputusan yang bersifat sistemik, sehingga terbangun komunitas yang sadar akan obat dan makanan yang aman”, tandas Reri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan menyambut baik upaya pembentukan penyuluh tersebut karena seperti kita tahu kondisi di masyarakat, terlalu gampang mengonsumsi obat kimia, yang mungkin masyarakat tidak begitu memahami dampak atau efek samping dari obat kimia.

“Hal ini sangat membutuhkan edukasi dan penyadaran, sehingga pembentukan penyuluh memiliki peranan yang sangat strategis. Apalagi yang dilibatkan di komunitas ini adalah organisasi-organisasi yang memang ada di masyarakat”, papar Sumarno, usai menghadiri acara BPOM Goes to Community Provinsi Jateng.

Organisasi yang dilibatkan, lanjut Sumarno, adalah organisasi-organisasi yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Sehingga, komunikasi bisa berjalan lebih efektif, dan edukasi akan mudah diberikan.

Kehati-hatian dalam memilih obat, suplemen dan kosmetik, imbuh Sumarno, secara tidak langsung juga akan berpengaruh pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sebab, masyarakat tidak akan memilih obat, suplemen dan kosmetik berbahaya, yang bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

“Kalau bicara kesehatan, kalau penyuluh itu kan bukan bicara bagaimana cara mengobati, tapi bagaimana supaya hidup sehat. Jadi masyarakat akan sadar bahwa lebih baik sehat, meskipun sakit itu gratis. Menjaga pola hidup sehat, dan tetap sehat adalah yang lebih baik”, pungkas Sumarno. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *