Banjir dan Tanah Longsor Landa 35 Desa Di Kabupaten Cilacap

  • Share

CILACAP, MEDGO.ID – Fenomena La Nina moderat yang terjadi sejak Oktober 2020 telah meningkatkan curah hujan hingga lebih dari 100 persen, khususnya bagian timur dan selatan, di wilayah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Demikian yang disampaikan oleh Teguh Wardoyo selaku Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Senin (16/11/2020).

Sebagai dampak dari peningkatan curah hujan yang melebihi 100 persen dari kondisi normal tersebut, telah menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Cilacap, Rabu (18/11/2020).

Data yang dihimpun dari Pusdalops Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, menyebutkan bahwa guyuran hujan lebat dalam durasi yang lama di Wilayah Kabupaten Cilacap, Selasa (17/11/2020) sejak pukul 02.30 dini hari, telah menyebabkan banjir di 8 wilayah kecamatan, yang tersebar di 35 desa.

Bencana banjir melanda di 6 wilayah kecamatan (24 desa) dan tanah longsor terjadi di 2 wilayah kecamatan (11 desa).

Bencana banjir terjadi di Kecamatan Kroya (6 desa: Desa Gentasari, Kedawung, Mujur Lor, Mujur, Sikampuh dan Buntu), Kecamatan Sampang (1 desa: Desa Karangasem), Kecamatan Sidareja (6 desa: Desa Sidareja, Gunungreja, Sidamulya, Sudagaran, Tinggarjaya dan Tegalsari ).

Kemudian di Kecamatan Bantarsari (7 desa: Desa Cikedondong, Kamulyan, Bantarsari, Bulaksari, Kedungwadas, Rawajaya dan Binangun), di Kedungreja (2 desa: Desa Rejamulya, Bangunreja dan Ciklapa), di Kecamatan Wanareja (2 desa: Desa Tarisi dan Purwasari).
Dimana ketinggian airnya antara 10 cm hingga 150 cm.

Hujan juga telah menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di 2 wilayah kecamatan yaitu di Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung.

Di Kecamatan Cimanggu tanah longsor terjadi di 2 desa yaitu Desa Panimbang dan Bantarpanjang. Sementara itu di Kecamatan Karangpucung tanah longsor terjadi di 9 desa yaitu Desa Karangpucung, Sindangbarang, Gunungtelu, Tayem Timur, Ciporos, Tayem, Bengbulang, Pangawaren dan Cidadap.

Keterangan foto: Tanggul Sungai Cimeneng yang jebol di Dusun Cikerang Desa Panikel, tepatnya di sisi ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bantarsari dan Kampung Laut. (Dok.foto: Bambang).

Debit air yang sangat tinggi di Sungai Cimeneng, juga telah mengakibatkan jebolnya tanggul sungai di beberapa titik seperti tanggul di Dusun Cikerang Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut dan telah mengakibatkan putusnya akses jalan utama dari Kecamatan Bantarsari ke Kecamatan Kampung Laut.

Sementara itu, akibat jebolnya tanggul Sungai Cimeneng di Dusun Klepukerep Desa Bulaksari Kecamatan Bantarsari, telah merendam beberapa desa yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai yaitu Desa Bulaksari, Cidondong, Kamulyan dan Rawajaya.(*).
Reporter: Adang.
Kontributor Cilacap: Bambang.

  • Share
Exit mobile version