Baju Tahanan Bukan Untuk Ummi

  • Share

 

Keterangan foto: Kingkin Anida (paling kanan).
JAKARTA, MEDGO.ID – Satria Hadi Lubis adalah suami dari Ustadzah Kingkin Anida, mengungkap tentang gejolak jiwanya terkait dengan penangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada istri tercintanya.

Kingkin disangkakan sebagai salah seorang dari petinggi KAMI dan dipersalahkan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, Kingkin Anida ditangkap oleh aparat kepolisian di kediamannya pada 10 Oktober 2020, dimana saat ini dia ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

Dikutip dari Tempo.co, Kamis, 15 Oktober 2020 17:21 WIB, pihak kepolisian telah menahan sembilan orang dan telah menetapkan seluruhnya sebagai tersangka. Mereka adalah Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Kingkin Anida, dan DW.

Menurut keterangan dari Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Argo Yuwono, kesembilan tersangka tersebut telah menyebarkan ujaran kebencian serta bermuatan provokatif melalui WhatsApp, Facebook, dan Twitter.
Argo Yuwono juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada sembilan tersangka kasus UU ITE dan penghasutan terkait UU Cipta Kerja.

Sementara itu, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jimly Asshiddiqie Lewat akun twitternya @JimlyAs pada Kamis (15/10/2020), menyatakan bahwa diri merasa kecewa dengan sikap Polri terhadap para petinggi KAMI. Seperi dikutip dari Wartakota, Jum’at (16/10/2020).

Menurutnya, perlakuan yang diterima para petinggi KAMI, seperti Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan sangat tidak pantas.
“Ditahan saja tidak pantas apalagi diborgol utk kepentingan disiarluaskan. Sebagai pengayom warga, polisi harusnya lebih bijaksana dlm menegakkan keadilan dan kebenaran. Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yg sekedar salah”, kata Jimly.

Simak curahan hati Satria Hadi Lubis kepada istri tercintanya, Kingkin Anida.

Ummi….abi kaget lihat foto ummi pakai baju tahanan dipajang bak penjahat di depan publik hari ini.

Ketika mengantar makanan untuk ummi walau tanpa bisa ketemu, abi lihat sih ada yang pakai baju tahanan terus abi mikir, “Apa ummi nanti bakal pakai baju tahanan ya ketika dibesuk abi?”

Wah kalau begitu abi gak mau ah lihat ummi pakai baju tahanan kan ummi bukan penjahat, bukan teroris, bukan koruptor juga. Ummi kan ustadzah… Ummi kan lebih baik daripada abi, Ummi kan ibadahnya lebih banyak dari abi… Ummi kan lebih banyak dakwahnya daripada abi.

Itulah yang membuat abi belum rela ketemu ummi sampai sekarang, takut ummi dibawa keluar pakai baju tahanan. Baju tahanan yang tak pantas buat ummi.

Abi egois ya mi….maaf ya mi…walau kangen tapi abi tekan selama ini karena gak mau lihat ummi pakai baju tahanan.

Namun hari ini abi lihat umi pakai baju tahanan, bukan hanya di depan abi tapi di depan publik bersama tahanan lain yang juga tak pantas memakai baju tahanan.

Abi kaget lihat ummi dipajang seperti itu….direndahkan seperti penjahat.
Sedih rasanya..
Gak nyangka koq bisa begitu ya perlakuan polisi yang waktu ke rumah nangkap ummi kita sambut dengan ramah dan koperatif.

Semoga besok-besok kita bisa ketemu ya mi…
Abi udah gak takut lagi ketemu ummi pakai baju tahanan, karena abi hari ini sudah lihat ummi dipermalukan di depan publik tapi ummi tetap tabah.

Abi yakin…dibalik masker ummi…ummi tetap zikir meminta kekuatan dari Allah seperti yang biasa ummi lakukan kalau kita sedang bersama.
Ummi tetap cantik koq…walau hanya mata ummi yang abi lihat…hehe.
Yang tabah ya mi…Kan ummi gak salah, Ummi hanya korban hoax, Allah bersama orang-orang yang baik seperti ummi. (AD1).

  • Share
Exit mobile version