9 Orang Warga Jepara Meregang Nyawa Usai Tenggak Miras Oplosan

  • Share

JEPARA, MEDGO.ID – Kasus minuman keras (miras) oplosan kembali mencuat. Di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak sembilan orang harus meregang nyawa setelah menenggak miras oplosan.

Kapolres Jepara, AKBP Warsono S.H. S.K., M.H, Senin (7/2/2022), mengatakan bahwa dalam kasus miras oplosan tersebut, Polres Jepara telah menangkap seorang berinisial P, pembuat dan penjual miras oplosan, yang juga pemilik warung angkringan.

\

“Kejadian pada hari senin 31 januari 2022 lalu, dimana ada sembilan orang meninggal dunia. Dua orang meninggal di rumah dan tujuh meninggal di Rumah Sakit. Saat ini P telah ditetapkan sebagai tersangka”, papar AKBP Warsono.

Terungkapnya kasus miras oplosan tersebut, lanjut AKBP Warsono, berkat adanya laporan dari perangkat desa yang melaporkan ada tiga orang meninggal dunia akibat minum miras oplosan. Dari laporan tersebut, kemudian Polres jepara melakukan penyelidikan.

 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Fachrur Rozi, mengatakan bahwa Polres Jepara memeriksa dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu warung dan rumah tersangka, dimana dari dua TKP tersebut di dapat sejumlah barang bukti.

“Sejumlah barang bukti diamankan oleh polisi antara lain berupa empat jerigen etanol isi @ 5 liter dan satu jerigen etanol isi 12 liter, satu jerigen alkohol isi 20 liter kadar 96 persen, , pengulur kadar alkohol, satu botol miras oplosan, satu teko ukur, 6 teko plastik, 20 botol air mineral bekas miras oplosan, satu botol perasan kopi, corong, saringan, dan beberapa cangkir”, ungkap AKP M. Fachrur Rozi

Dalam pengakuannya, tersangka P mengatakan bahwa sudah enam bulan dirinya menjalani usaha miras oplosan yang diajari oleh seorang warga Mambak.

“Bahan baku miras oplosan saya dapatkan dari Semarang, dan juga dari onlineshop dari Kota Depok. Pada saat kejadian itu kurang lebih ada 30 orang yang minum miras oplosan”, kata tersangka.

Dari kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 20 KUHP / pasal UU 146 no 18 2012 / pasal 196 no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (*).
Pewarta: Adang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *