655 Juta lebih Dana Sosial UPK PNPM MPD Disalurkan Untuk Rumah Tangga Miskin

  • Share

Kendal, medgo.id – Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meluncurkan Dana Sosial Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Bergulir Kemasyarakatan eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMPD) dan peluncuran Kawasan Perdesaan Padang Sumampeer, Rabu (03/08/2022), di Lapangan Desa Pakis, Kecamatan Limbangan.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto tersebut, dihadiri oleh Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, Perwakilan Dispermasdes Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, UPK eks PNPMMPD Kabupaten Kendal, Forkompimcam Limbangan, camat se Kabupaten Kendal, dan kepala desa se Kecamatan Limbangan, serta Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kabupaten Kendal.

Dalam laporannya, ketua panitia kegiatan yang juga Ketua UPK Kecamatan Pegandon, Ahmad Giyanto, S.Sos, menyampaikan bahwa Program UPK PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Kendal dimulai pada tahun 2007 di 16 kecamatan yaitu Kecamatan Singorojo, Plantungan, Pageruyung, Patean, Gemuh, Cepiring, Boja, Pegandon, Patebon, Rowosari, Kangkung, Ringinarum, Ngampel, Kaliwungu Selatan, Sukorejo dan Limbangan.

Terkait dengan modal awal, Ahmad mengutarakan bahwa modal awal tersebut bersumber dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 26.455.776.760, dimana hingga bulan Juni 2022 total asetnya sudah mencapai sebesar Rp. 78.485.330.937.

 

‘Ada dua jenis kegiatan yang dilakukan oleh UPK yakni Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Saat ini jumlah kelompok SPP dan UEP ada sebanyak 2.818 kelompok, dengan 20.167 orang pemanfaat, serta jumlah pengurus kelembagaannya ada sebanyak 248 orang”, papar Ahmad.

 

Dana sosial yang disalurkan melalui SPP dan UEP khususnya kepada Rumah Tangga Miskin (RTM), imbuh Ahmad, bersumber dari laba UPK yang besarannya minimal 15 persen dari laba.

 

“Laba UPK per Desember 2021 sebesar Rp 7.242.195.313. Dari jumlah tersebut, 15 persennya atau sebesar Rp. 655.244.000, akan disalurkan untuk dana sosial kepada 3.225 orang. Penyaluran dana sosial yang dilakukan dari tahun 2007 hingga tahun 2021 sebesar Rp. 8.893.879.800 dengan jumlah penerima Dana Sosial sebanyak 37.202 orang”, papar Ahmad.

 

Sementara itu, Camat Limbangan, Alfebian Yolando, menyampaikan bahwa diluncurkannya akan kawasan Perdesaan Padang Sumampeer yaitu sebuah kawasan yang terintegrasi yang terdiri dari Desa Pakis, Gondang, Sumber Rahayu, dan Peron, karena keempat desa tersebut memiliki potensi yang sama, yaitu potensi pariwisata dan potensi UMKM.

“Keempat desa tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan perdesaan oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto. Surat Keputusan (SK) Bupati kepada keempat desa tersebut juga sudah diserahkan”, kata Alfebian.

Terkait dengan peluncuran kawasan perdesaan Padang Sumampeer dan penyerahan SK kepada empat desa yaitu Desa Pakis, Gondang, Sumber Rahayu dan Peron, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, mengatakan bahwa keempat desa itu memiliki potensi yang sama berupa potensi pariwisata dan UMKM, sehingga harus didorong secara bersama-sama.

“Terintegrasinya keempat desa ini, akan memudahkan dikucurkannya bantuan dana dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk gotong-royong dalam upaya untuk membangun kawasan wisata di Kabupaten Kendal. Pemkab Kendal akan mendukung untuk mempercepat terbentuknya desa wisata yang benar-benar bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat di Kabupaten Kendal”, tutur Bupati Kendal.

Usai acara peluncuran kawasan perdesaan Padang Sumampeer, Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni, mengatakan bahwa akan dibuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk bantuan keuangan khusus bagi kawasan perdesaan.

“Selain potensi pariwisata alam dan UMKM, kita juga akan mengembangkan kawasan Perdesaan lainnya yang memiliki potensi yang sama. Seperti di Kecamatan Sukoreja yang memiliki potensi berupa komoditas tanaman kopi, yang bisa kembangkan dan ditetapkan sebagai kawasan pedesaan agro wisata”, pungkas Yanuar. (*17).

 

  • Share
Exit mobile version