450 Paket Sembako Untuk Warga Di Lima Kecamatan

  • Share

SURAKARTA, MEDGO.ID – LSM Lembaga Penyelamatan Aset dan Anggaran Belanja Negara RI (LAPAAN RI) Jawa Tengah, membagikan sebanyak 450 paket sembako berupa terdiri 1 ton beras dan mie instan, Rabu (1/9/2021).

Dalam keterangan tertulisnya kepada Medgo.id, Ketua umum LSM LAPAAN RI BRM Kusumo Putro menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya selalu menyuarakan agar pemerintah tidak lengah dalam memperhatikan warganya di tengah pandemi saat ini, akan tetapi juga ikut terlibat secara langsung untuk membantu warga yang sangat membutuhkan, dengan membagikan sembako.

\

“Kami bergerak membagikan paket sembako langsung kepada warga yang memang sangat layak untuk mendapatkan. Antara lain PKL, penjual jasa, tukang parkir, pemulung, tukang sampah, tukang sapu pemakaman, penggali kubur, tukang tambal ban dan warga kurang mampu lainnya. Selain itu, sepanjang jalan menuju titik bantuan, kita juga menyisir warga yang layak mendapat bantuan”, kata Kusumo.

Lebih lanjut Kusumo mengatakan bahwa pada hari Rabu (1/9/2021), ada lima titik yang ada di lima kecamatan yakni Pasar Nongko kecamatan Banjarsari, Baluwarti kecamatan Pasar Kliwon, TPU Purwoloyo kecamatan Jebres, Tipes kecamatan Serengan, dan Karangasem kecamatan Laweyan.

‘Selain kepada warga yang terdampak pandemi, kita juga menyalurkan bantuan untuk panti asuhan. Bantuan ini memang tidak seberapa, tapi kami siap memberikan bantuan sampai Solo keluar dari masa pandemi”, tandas Kusumo.

Sambil membagikan sembako, tambah Kusumo, kita juga memantau dan melakukan dialog dengan masyarakat mengenai keluh kesah yang dirasakan oleh warga selama pandemi.

“Bantuan kepada warga kota Solo sangat melimpah. Bantuan itu datang dari hampir seluruh kementrian, Instansi pemerintah dan swasta hingga politisi serta pengusaha. Kami berharap bantuan tersebut tersalurkan secara merata dan tidak menumpuk di satu wilayah atau komunitas saja,” tutur Kusumo.

Menurut Kusumo, hal itu juga sejalan dengan saran yang pernah disampaikan oleh pemerintah, bahwa sebaiknya bantuan untuk warga yang anggarannya berasal dari APBD, tidak harus dalam bentuk sembako atau dalam bentuk uang saja, karena masyarakat tidak hanya membutuhkan sembako saja, tapi juga ada kebutuhan lainnya.

“Hari ini Pemkot Solo mulai menyalurkan 31 ribu paket sembako untuk bulan pertama saya masih berharap bantuan bulan kedua dalam bentuk uang tunai saja”, pungkas Kusumo. (*).
Pewarta: Adang.

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *