4.500 Warga dari 6 Desa dan 2 Kelurahan Terdampak Bencana Banjir Rob

  • Share

Kendal, medgo.id – Anomali cuaca ekstrim yang terjadi telah mengakibatkan tingginya pasang air laut di Pesisir Utara Kabupaten Kendal, Jawa tengah, dan telah mengakibatkan bencana banjir rob di 6 desa dan 2 kelurahan yang ada di Kecamatan Kaliwungu, Kota Kendal, dan Patebon.

Adanya bencana banjir rob tersebut, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Selasa (24/5/2022), melakukan peninjauan ke beberapa lokasi yang dilanda banjir diantaranya ke Desa Kartika Jaya di Kecamatan Patebon, Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Karangsari di Kecamatan Kota Kendal.

\

Sebagaimana diketahui, banjir rob di wilayah pesisir utara Kabupaten Kendal telah terjadi sejak Senin (23/5/2022).

Saat meninjau lokasi banjir rob dan dapur umum di kelurahan Karangsari, Dico mengatakan bahwa ada enam desa dan dua kelurahan yang dilanda bencana banjir rob.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, saat meninjau dapur umum di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal. (Dok. foto: adp).

“Wilayah yang terendam banjir yaitu Desa Pidodo Kulon, Kartika Jaya dan Wonosari di Kecamatan Patebon, Desa Gempolsewu di Kecamatan Rowosari, Desa Mororejo dan Wonorejo di Kecamatan Kaliwungu, serta Kelurahan Bandengan dan Karangsari di Kecamatan Kota Kendal”, papar Dico.

Dari delapan wilayah yang dilanda banjir rob tersebut, lanjut Dico, ada sebanyak 4.500 warga yang terdampak, dan wilayah yang paling parah terdampak banjir rob adalah Desa Mororejo dan Kelurahan Karangsari.

Lebih lanjut Dico menyampaikan bahwa di setiap desa dan kelurahan yang dilanda bencana banjir rob, telah didirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga, tapi ada juga desa yang menghendaki bantuan bahan makanan.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Kendal memfasilitasi apa yang menjadi keinginan masyarakat. Kita pastikan warga terdampak bisa makan dan bisa tidur. Jika warga menghendaki untuk mengungsi kita juga menyiapkan tempat pengungsian. Di Desa Mororejo ada 107 warga desa yang rumahnya terendam banjir dan harus diungsikan ke Masjid At-Taqwa”, tandas Bupati Kendal.

Sementara itu, terkait dengan penanganan bencana banjir dalam jangka panjang, Bupati Kendal mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengidentifikasi dua bencana banjir yaitu bencana banjir akibat rob air laut dan bencana banjir akibat dari terjadinya sedimentasi di sungai-sungai.

“Tahun 2022 ini, sudah dianggarkan untuk pengerukan sedimentasi di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kendal”, ungkap Dico. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *