208 Orang Tertipu Arisan Online Bodong

  • Share

SEMARANG, MEDGO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, menggelar konfrensi pers terkait dengan pengungkapan kasus arisan online bodong yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Selasa (19/10/2021), di Mapolda Jawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Ditreskrimsus berhasil menangkap seorang perempuan muda berinisial GSR (24 tahun) asal Grobogan, seorang pemilik dan sekaligus sebagai operator arisan online bodong, yang beraksi di wilayah Purwodadi Kabupaten Grobogan, dan telah dikelola GSR sejak bulan Agustus 2021 hingga September 2021.

\

‘GSR melancarkan aksi tipu-tipu tersebut dengan cara memposting di media sosial instagram dengan akun Opslot_arisanco dan aplikasi whatsapp. Dari hasil pengungkapan, jumlah korban yang mengikuti arisan tersebut sebanyak 208 orang dengan kerugian sekitar Rp. 2 miliar”, tandas Kapolda.

Orang-orang tersebut, lanjut Kapolda, tertarik menjadi peserta arisan online karena tertarik dengan iming-iming dari GSR yang menggiurkan.

“Tersangka memosting arisan abal-abalnya dengan membubuhkan tulisan “opslot lebih untung daripada ikut get arisan karena langsung masuk grup. Insyaallah amanah 100 persen”, tandas Kapolda.

Namun ternyata, tambah Kapolda, arisan itu tidak ada, bahkan pelaku juga melakukan pengancaman. Perbuatan GSR tersebut akhirmya terdeteksi polisi dan selanjutnya dilakukan upaya penangkapan.

Sementara itu, dalam pengakuannya, GSR mengatakan bahwa dirinya memasang iklan arisan online di sosial media instagram dan mereka atau member akan kirim pesan whatsapp kepadanya.

“Setoran terbesar dari membernya adalah Rp. 11 Juta, karena member tersebut masih percaya mengikuti arisan itu karena percaya mendapat keuntungan mengikuti arisan online yang dikelolanya”, tutur GSR.

 

Lebih jauh, Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, mengatakan pelaku melancarkan aksinya dengan membuat grup di instagram maupun media sosial, sehingga masyarakat yang melihat postingan itu percaya dan mengikuti arisan tersebut.

“Ada yang transfer Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tapi pernah mendapatkan arisan tersebut”, kata Kombes Pol Johanson.

Atas perbuatan, GSR dijerat dengan pasal berlapis pasal 45 ayat 1 jo pasal 28 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasak 378 KUHP Dia juga dijerat pasal 372 KUHP serta terancam hukuman paling lama 6 tahun dan denda Rp. 1 miliar. (*).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *