200 Orang Warga Kenirang Mengungsi

  • Share
banner 468x60

MAGELANG, MEDGO.ID – Peningkatan status Merapi menjadi Siaga, menimbulkan kekhawatiran bagi warga Desa Kenirang Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Sedikitnya ada 200 orang Desa Kenirang memutuskan untuk mengungsi ke Desa Ngrajek di Kecamatan Mungkid.

Terkait hal tersebut, Edy Susanto Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, mengatakan bahwa data pengungsi dari Desa Keningar masih dinamis. Sebelumnya ada 117 pengungsi, tetapi pada hari ini sudah mencapai angka di atas 200 orang. Untuk itu kita akan terus ‘update’ datanya melalui posko, Minggu ((8/11/2020). Sebagaimana dilansir dari Antaranews.com.

Kalak BPBD menyampaikan bahwa tempat pengungsian di Desa Ngrajek dua titik atau tempat yakni di SDN Ngrajek I dan rumah Kepala Desa Ngrajek.

Keterangan foto: Satgana PMI Kabupaten Magelang melakukan evakuasi warga kelompok rentan dari Desa keningar ke ngrajek tempat yg lebih aman. Minggu, (8/11/2020). (Dok.foto: BPBD Magelang).

“Sebenarnya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), warga Desa Keningar tidak direkomendasikan untuk mengungsi tapi rupa-rupanya masyarakat Desa Keningar masih trauma dengan kejadian erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu”, kata Edy.

Untuk wilayah Kabupaten Magelang, sesuai dengan rekomendasi dari BPPTKG, warga yang harus mengungsi yaitu warga yang ada di Kecamatan Dukun antara lain warga Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong dan Karanganyar), Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran dan Trono) serta Desa Paten (Dusun Babadan 1 dan Babadan 2).

“Saya lihat ada beberapa pengungsi yang sakit dan langsung dirujuk ke RS Merah Putih Kabupaten Magelang. Kita tidak ingin mengambil risiko dan memang harus begitu pelayanannya dan pemerintah siap melayani sesuai kondisi masyarakat. Bagi yang sehat tetap di pengungsian meskipun sudah tua”, kata Edy Susanto.

Kepala Desa Keningar Rohmat Sayidin mengatakan bahwa proses evakuasi warga pada hari Minggu tanggal 8 Nopember 2020, sudah dikoordinasikan dengan pihak BPBD Kabupaten Magelang sementara desa penyangganya adalah Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid.

“Desa Keningar tidak termasuk rekomendasi dari BPPTKG, tetapi kami menyadari bahwa Desa Keningar ada di daerah rawan bencana Merapi,” katanya.

Ia menyebutkan ada dua dusun yang mengungsi, yakni Dusun Banaran dan Dusun Gondangrejo. Mereka yang mengungsi terutama kelompok rentan, antara lain anak-anak, balita, ibu hamil, orang tua, dan orang sakit.

“Evakuasi ini atas kesadaran masyarakat sendiri, karena memang desa sebelah, yakni Desa Ngargomulyo sudah mengungsi. Selain itu beberapa warga memang khawatir jika Merapi erupsi. Erupsi Merapi 2010 menjadi momok tersendiri bagi warga,” ungkap Rohmat Sayidin. (*).
Laporan: Adang.

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *